SUASANA LIBURAN IDUL FITRI 1447 H

Gambar
Kegiatan pelayanan kunjungan wisatawan dalam rangka liburan hari raya Idul Fitri 1447 H di destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal, dimulai pada  hari Minggu, 22 Maret 2026.  Seperti kita ketahui liburan anak-anak sekolah dimulai pada tanggal 16 - 29 Maret 2026. Dan pemerintah telah menetapkan cuti bersama tahun 2026 melalui SKB 3 Menteri, dengan total libur lebaran (Idul Fitri 1447 H) berpotensi mencapai 5 hari atau lebih pada bulan Maret 2026. Fokus cuti bersama ada di Bulan Maret adalah (Imlek, Nyepi dan Idul Fitri).  Pada hari raya Idul Fitri pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 destinasi Ekowisata Sungai Mudal ditutup karena organisasi memberi kesempatan kepada karyawan untuk bersilaturahmi ke keluarga terdekat, sehingga kunjungan wisatawan dapat dialihkan ke Wisata Alam  Kembang Soka dan Air Terjun Kedung Pedut. Dan suasana libur Idul Fitri  pada tanggal  22 - 24 Maret 2026  kunjungan wisatawan ramai kondisi parkir Gerbang 1 dan Gerbang 2 semua penuh s...

SAMBUNG RASA KWT WIJI RAHAYU WIJIMULYO DI PENDOPO KUWENI EKOWISATA SUNGAI MUDAL, 07-02-2026


KWT Wiji Rahayu adalah sebuah Kelompok Wanita Tani dari kalurahan Wijimulyo, kapanewon Nanggulan, kabupaten Kulon Progo. Merupakan KWT yang kegiatannya aktif sebagai KWT percontohan di kalurahan Wijimulyo. Kegiatan sambung rasa ini sudah direncanakan cukup lama, dan baru bisa terlaksana pada tahun ini. Adapun kegiatan KWT Wiji Rahayu yang dilaksanakan secara rutin antara lain : 

      1. Pemanfaatan Pekarangan di masing-masing anggota kelompok untuk ditanami komoditas sayuran / hortikultura.
      2. Pemanfaatan Pekarangan untuk tanaman obat / apotik hidup
      3. Pengembangan pertanian terpadu adalah sistem kombinasi tanaman, ternak, dan ikan.
      4. KWT Wiji Rahayu sebagai wahana belajar dan kerjasama.
      5. Pemberdayaan ekonomi lokal, misal: hasil panen bisa dijual langsung dan juga bisa  diolah menjadi produk UMKM olahan pangan ( makan olahan, minuman herbal)
      6. Rutin melaksanakan kegiatan pasar tani sebagai sarana pemasaran produk KWT
      7. Kegiatan pelestarian/ kebersihan lingkungan.
      8. Pemanfaatan pupuk organik.
      9. Pemanfaat Teknologi Tepat Guna.

Kegiatan sambung rasa dilaksanakan di pendopo Kuweni Ekowisata Sungai Mudal yang dihadiri oleh anggota, pengurus, PPL Swadaya / mantan ketua KWT Wiji Rahayu (Mbak Surtini), Mantan Koordinator PPL (Kang Sudarmanto, SPKP), Ketua Paguyuban KWT tingkat kapanewon Nanggulan dan pendamping dari kalurahan Wijimulyo (Danarta/ Palapa), dan Pendamping KWT ( Kang Saryanto).

Kegiatan Sambung Rasa KWT Wiji Rahayu dengan acara sebagai berikut :

  • Pembukaan dipimpin oleh pembawa acara
  • Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
  • Sambutan Panitia Sambung Rasa
  • Sambutan dan pamitan mantan koordinator PPL kapanewon Nanggulan (Kang Sudarmanto, SPKP)
  • Sambutan dari Juwarto, S.Pt. selaku tuan ruman (pernah menjadi Pj lurah Wijimulyo)

Sambutan dari mantan koordinator PPL BPP Nanggulan (Kang Sudarmanto, SPKP) berpamitan kepada seluruh personil  KWT Wiji Rahayu, mengucapkan terima kasih bahwa KWT Wiji Rahayu selama dipimpin Mbak Surtini selalu membantu program pemerintah terutama program ketahanan pangan, dan memohon maaf apabila selama melaksanakan tugas sebagai koordinator PPL di BPP Nanggulan terdapat kekhilafan, serta berharap dengan ketua KWT yang baru dapat menyesuaikan ketugasannya, dan memohon kepada mantan ketua KWT yang juga sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) selalu mendampingi semua kegiatan di KWT Wiji Rahayu, dan PPS berperan penting sebagai agen perubahan, motivator dan contoh nyata dalam penerapan teknologi pertanian berkelanjutan di tingkat kalurahan. PPS bekerja secara sukarela dan bersinergi dengan penyuluh ASN (PPL). Pendampingan PPL dan PPS sangat diperlukan  karena KWT sebagai motor penggerak ketahanan pangan di tingkat kalurahan. Dan masih banyak motivasi dari Kang Sudarmanto, SPKP,  yang akan digaris bawahi/ dikuatkan oleh sambutan tuan rumah.  Sambutan dari tuan rumah (Juwarto) selain mengucapkan terima kasih atas kunjungannya di Ekowisata Sungai Mudal dan menggaris bawahi apa yang disampaikan mantan Koordinator PPL BPP Nanggulan. Antara lain membenarkan bahwa Kelompok Wanita Tani (KWT) berperan penting sebagai motor penggerak ketahanan pangan tingkat kalurahan melalui pemanfaatan pekarangan/ P2L, penyediaan pangan bergizi mandiri, pengolahan hasil tani, dan peningkatan ekonomi keluarga. Mereka menjadi agen perubahan, edukator gizi, serta penguat ekonomi lokal dengan mengubah lahan sempit menjadi sumber pangan beragam dan aman. 

Secara  detail peran KWT dalam program ketahanan pangan tingkat kalurahan adalah sebagai berikut :

1. Motor Penggerak Pemanfaatan Lahan (P2L) 

  • Pekarangan Pangan Lestari (P2L): KWT menjadi pelaksana utama program P2L, mengubah lahan pekarangan tidur atau sempit menjadi kebun sayur, buah, dan apotek hidup.
  • Pertanian Terpadu: Mengembangkan sistem kombinasi tanaman, ternak, dan ikan di lingkungan rumah tangga. 

2. Penyedia Pangan dan Gizi Keluarga 

  • Pemenuhan Gizi Mandiri: Menyediakan pangan segar, beragam, dan bergizi seimbang (B2SA) langsung dari pekarangan untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Pencegahan Stunting: Hasil tanam KWT membantu menyediakan pangan bergizi yang krusial untuk mencegah stunting di tingkat desa. 

3. Wahana Belajar dan Kerjasama

  • Kelas Belajar: KWT menjadi tempat anggota belajar budidaya pertanian, cara mengelola lahan, hingga inovasi.
  • Wahana Kerjasama: Tempat berbagi ilmu, alat, dan tenaga antar anggota untuk mencapai tujuan bersama. 

4. Pemberdayaan Ekonomi Lokal

  • Produk Bernilai Jual: Mengolah hasil panen menjadi produk UMKM olahan pangan (misal: makanan olahan, minuman herbal).
  • Pendapatan Tambahan: Meningkatkan pendapatan keluarga melalui penjualan hasil tani dan produk olahan. 

5. Penggerak Masyarakat & Lingkungan

  • Inovasi Lingkungan: Aktif dalam daur ulang sampah, bank sampah, dan penghijauan.
  • Agen Perubahan: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan mandiri. 

Secara keseluruhan, KWT mengubah peran perempuan dari sekadar pengelola rumah tangga menjadi produktif dalam pertanian dan ekonomi. 

Acara berikutnya adalah sambutan dari mantan ketua KWT Wijirahayu dan ketua KWT Wiji Rahayu yang baru.

Sambutan eks Ketua KWT Wiji Rahayu (Mbak Surtini) menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan pengurus dan anggota dalam upaya memajukan KWT Wiji Rahayu, keberhasilan pengelolaan KWT bertumpu pada pada slogan NYAWIJI, yang punya arti menyatu, jadi pengelolaan KWT  harus mengedepankan prinsip Persatuan, Kekompakan, Guyup Rukun & prinsip  saling Asih, Asah dan Asuh, sehingga setiap personil KWT selalu berusaha untuk belajar dan belajar secara bersama untuk mewujudkan tujuan organisasi. Selaku yang dituakan di KWT kami berusaha untuk melaksanakan tugas yang sebaik-baiknya, semua ilmu yang terkait teknologi pertanian semua kami sampaikan kepada semua personil KWT. Sebagai bukti bahwa KWT Wiji Rahayu sampai saat ini telah merapkan sistem pertanian terpadu yaitu dengan mengembangkan sistem kombinasi tanaman, ternak, dan ikan di lingkungan rumah tangga. Harapan kami dengan ketua KWT yang baru akan dapat meneruskan perjuangan KWT dalam rangka mensukseskan program ketahanan pangan. Apabila ada kekhilafan selama menjalankan tugas kami memohon maaf yang setulus-tulusnya. Dan kami selaku PPS akan selalu mendampingi KWT Wiji Rahayu bersama PPL dari BPP Nanggulan. Sambutan ketua KWT yang baru ( Mbak Titik) menyampaikan terima kasih  kepada  teman-teman  atas kepercayaan pada diri saya menjadi ketua KWT Wiji Rahayu, kami siap melaksanakan tugas dan kami mohon bimbingan dari teman-teman. Dan kami tetap memohon kepada PPL dari BPP Nanggulan dan Mbak Surtini selaku PPS untuk selalu mendampingi KWT Wiji Rahayu agar menjadi KWT yang maju dan menjadi kebanggaan masyarakat kalurahan Wijimulyo.

Dilanjutkan penyerahan kenang-kenangan dari KWT Wiji Rahayu  kepada mantan koordinator PPL BPP Nanggulan dan mantan ketua KWT Wiji Rahayu,  foto bersama, dan selanjutnya acara ditutup dilanjutkan  makan siang bersama.

[


 


Semoga peran penting Kelompok Wanita Tani Wiji Rahayu dan Kelompok Wanita Tani lainya dalam mendukung program ketahanan pangan akan semakin  nyata di kehidupan masyarakat. Sehingga pemanfaatan pekarangan akan lebih optimal, melalui penerapan sistem pertanian terpadu yaitu kombinasi tanaman, ternak dan ikan yang akan berdampak pada peningkatan  pemenuhan gizi  dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTUAN BIBIT TANAMAN PANGAN SECARA SPONTANITAS KEPADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ESM

MATA AIR MUDAL

SUASANA SABTU PAGI 21 MEI 2022 DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL