SAMBUNG RASA KWT WIJI RAHAYU WIJIMULYO DI PENDOPO KUWENI EKOWISATA SUNGAI MUDAL, 07-02-2026
KWT Wiji Rahayu adalah sebuah Kelompok Wanita Tani dari kalurahan Wijimulyo, kapanewon Nanggulan, kabupaten Kulon Progo. Merupakan KWT yang kegiatannya aktif sebagai KWT percontohan di kalurahan Wijimulyo. Kegiatan sambung rasa ini sudah direncanakan cukup lama, dan baru bisa terlaksana pada tahun ini. Adapun kegiatan KWT Wiji Rahayu yang dilaksanakan secara rutin antara lain :
- Pemanfaatan Pekarangan di masing-masing anggota kelompok untuk ditanami komoditas sayuran / hortikultura.
- Pemanfaatan Pekarangan untuk tanaman obat / apotik hidup
- Pengembangan pertanian terpadu adalah sistem kombinasi tanaman, ternak, dan ikan.
- KWT Wiji Rahayu sebagai wahana belajar dan kerjasama.
- Pemberdayaan ekonomi lokal, misal: hasil panen bisa dijual langsung dan juga bisa diolah menjadi produk UMKM olahan pangan ( makan olahan, minuman herbal)
- Rutin melaksanakan kegiatan pasar tani sebagai sarana pemasaran produk KWT
- Kegiatan pelestarian/ kebersihan lingkungan.
- Pemanfaatan pupuk organik.
- Pemanfaat Teknologi Tepat Guna.
Kegiatan sambung rasa dilaksanakan di pendopo Kuweni Ekowisata Sungai Mudal yang dihadiri oleh anggota, pengurus, PPL Swadaya / mantan ketua KWT Wiji Rahayu (Mbak Surtini), Mantan Koordinator PPL (Kang Sudarmanto, SPKP), Ketua Paguyuban KWT tingkat kapanewon Nanggulan dan pendamping dari kalurahan Wijimulyo (Danarta/ Palapa), dan Pendamping KWT ( Kang Saryanto).
Kegiatan Sambung Rasa KWT Wiji Rahayu dengan acara sebagai berikut :
- Pembukaan dipimpin oleh pembawa acara
- Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
- Sambutan Panitia Sambung Rasa
- Sambutan dan pamitan mantan koordinator PPL kapanewon Nanggulan (Kang Sudarmanto, SPKP)
- Sambutan dari Juwarto, S.Pt. selaku tuan ruman (pernah menjadi Pj lurah Wijimulyo)
Sambutan dari mantan koordinator PPL BPP Nanggulan (Kang Sudarmanto, SPKP) berpamitan kepada seluruh personil KWT Wiji Rahayu, mengucapkan terima kasih bahwa KWT Wiji Rahayu selama dipimpin Mbak Surtini selalu membantu program pemerintah terutama program ketahanan pangan, dan memohon maaf apabila selama melaksanakan tugas sebagai koordinator PPL di BPP Nanggulan terdapat kekhilafan, serta berharap dengan ketua KWT yang baru dapat menyesuaikan ketugasannya, dan memohon kepada mantan ketua KWT yang juga sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) selalu mendampingi semua kegiatan di KWT Wiji Rahayu, dan PPS berperan penting sebagai agen perubahan, motivator dan contoh nyata dalam penerapan teknologi pertanian berkelanjutan di tingkat kalurahan. PPS bekerja secara sukarela dan bersinergi dengan penyuluh ASN (PPL). Pendampingan PPL dan PPS sangat diperlukan karena KWT sebagai motor penggerak ketahanan pangan di tingkat kalurahan. Sambutan dari tuan rumah (Juwarto) selain mengucapkan terima kasih atas kunjungannya di Ekowisata Sungai Mudal dan menggaris bawahi apa yang disampaikan mantan Koordinator PPL BPP Nanggulan. Antara lain membenarkan bahwa Kelompok Wanita Tani (KWT) berperan penting sebagai motor penggerak ketahanan pangan tingkat kalurahan melalui pemanfaatan pekarangan/ P2L, penyediaan pangan bergizi mandiri, pengolahan hasil tani, dan peningkatan ekonomi keluarga. Mereka menjadi agen perubahan, edukator gizi, serta penguat ekonomi lokal dengan mengubah lahan sempit menjadi sumber pangan beragam dan aman.
Secara detail peran KWT dalam program ketahanan pangan tingkat kalurahan adalah sebagai berikut :
1. Motor Penggerak Pemanfaatan Lahan (P2L)
- Pekarangan Pangan Lestari (P2L): KWT menjadi pelaksana utama program P2L, mengubah lahan pekarangan tidur atau sempit menjadi kebun sayur, buah, dan apotek hidup.
- Pertanian Terpadu: Mengembangkan sistem kombinasi tanaman, ternak, dan ikan di lingkungan rumah tangga.
2. Penyedia Pangan dan Gizi Keluarga
- Pemenuhan Gizi Mandiri: Menyediakan pangan segar, beragam, dan bergizi seimbang (B2SA) langsung dari pekarangan untuk kebutuhan sehari-hari.
- Pencegahan Stunting: Hasil tanam KWT membantu menyediakan pangan bergizi yang krusial untuk mencegah stunting di tingkat desa.
3. Wahana Belajar dan Kerjasama
- Kelas Belajar: KWT menjadi tempat anggota belajar budidaya pertanian, cara mengelola lahan, hingga inovasi.
- Wahana Kerjasama: Tempat berbagi ilmu, alat, dan tenaga antar anggota untuk mencapai tujuan bersama.
4. Pemberdayaan Ekonomi Lokal
- Produk Bernilai Jual: Mengolah hasil panen menjadi produk UMKM olahan pangan (misal: makanan olahan, minuman herbal).
- Pendapatan Tambahan: Meningkatkan pendapatan keluarga melalui penjualan hasil tani dan produk olahan.
5. Penggerak Masyarakat & Lingkungan
- Inovasi Lingkungan: Aktif dalam daur ulang sampah, bank sampah, dan penghijauan.
- Agen Perubahan: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan mandiri.
Secara keseluruhan, KWT mengubah peran perempuan dari sekadar pengelola rumah tangga menjadi produktif dalam pertanian dan ekonomi.
Acara berikutnya adalah sambutan dari mantan ketua KWT Wijirahayu dan ketua KWT Wiji Rahayu yang baru. Dilanjutkan penyerahan kenang-kenangan dari KWT Wiji Rahayu kepada mantan koordinator PPL BPP Nanggulan dan mantan ketua KWT Wiji Rahayu, foto bersama, dan selanjutnya acara ditutup dilanjutkan makan siang bersama.
Semoga peran penting Kelompok Wanita Tani Wiji Rahayu dan Kelompok Wanita Tani lainya dalam mendukung program ketahanan pangan akan semakin nyata di kehidupan masyarakat. Sehingga pemanfaatan pekarangan akan lebih optimal, melalui penerapan sistem pertanian terpadu yaitu kombinasi tanaman, ternak dan ikan yang akan berdampak pada peningkatan pemenuhan gizi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.




Komentar
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas