ACARA TALK SHOW SRAWUNG SEDULUR KONSERVASI DILANJUTKAN RESTOCKING IKAN LOKAL DI BANTARAN SUNGAI MUDAL



Restocking ikan lokal di bantaran sungai adalah upaya konservasi dengan menebar kembali benih ikan asli ke habitat aslinya untuk memulihkan populasi yang menurun, menjaga keseimbangan ekosistem, dan meningkatkan keberagaman hayati. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

Berikut adalah materi terkait restocking ikan lokal di sungai:

1. Tujuan Restocking

  • Konservasi: Mencegah kepunahan jenis ikan lokal atau endemik.
  • Pemulihan Populasi: Menambah atau menggantikan ikan yang reproduksi alaminya terganggu.
  • Peningkatan Produksi: Mengisi kembali relung (niche) yang kosong untuk meningkatkan stok ikan.
  • Ekosistem: Menjaga keseimbangan ekosistem perairan sungai.

2. Syarat Benih Ikan untuk Restocking

  • Jenis Lokal/Endemik: Wajib menggunakan ikan asli perairan tersebut untuk menjaga keaslian ekosistem, seperti ikan Tawes, Nilem, Sidat, Wader, Udang, atau jenis lokal lainnya.
  • Kesehatan: Benih harus sehat, bebas penyakit, dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik.
  • Ukuran: Ukuran benih harus seragam dan cukup besar agar memiliki tingkat kelangsungan hidup (survival rate) yang tinggi, biasanya berukuran 7-9 cm atau disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Tahapan Pelaksanaan Restocking

  1. Evaluasi Habitat: Memastikan kondisi sungai sehat (tidak tercemar), memiliki kualitas air (suhu, pH, kecepatan arus) yang sesuai, dan menyediakan makanan alami.
  2. Identifikasi Spesies: Menentukan jenis ikan asli yang populasinya menurun dan perlu ditambah.
  3. Sosialisasi: Edukasi kepada masyarakat setempat, dinas perikanan, dan kelompok tani untuk mendukung kegiatan.
  4. Penebaran (Restocking): Melepas benih ikan ke sungai.
  5. Monitoring dan Evaluasi: Mengawasi perkembangan benih yang telah ditebar secara berkala.

4. Manfaat

  • Peningkatan Stok Ikan: Memberikan dampak jangka panjang bagi ketersediaan ikan di sungai.
  • Pelestarian Hayati: Memperkuat upaya pelestarian perairan umum.
Kegiatan Gelar Wicara (Talk Show) Srawung Sedulur Konservasi dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY pada hari Selasa, 12 Mei 2026, di Pendopo Kuweni Ekowisata Sungai Mudal, Pukul 09.30 - 12.15 WIB. Kegiatan Talk Show Srawung Sedulur Konservasi dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY ( R. Hery Sulistio Hermawan, S.PI., M.T. dan diikuti oleh : (1) Perwakilan Dislautkan KP, (2) Perwakilan dari Dislautkan Bantul, (3) Perwakilan dari DIT POLAIR Polda DIY, (4) Perwakilan dari Mako Lanal Yogyakarta, (5) Perwakilan dari Badan Karantina Nasional, (6) Perwakilan dari Satpel Balai Karantina Cilacap, (7) Kabid  Kelautan, Pesisir dan Pengawas (Veronica Voni Rorong, A.PI., MMA. beserta Staf Dislautkan Prov DIY, dan (8) Perwakilan Pokmaswas Perikanan DIY.
Setelah acara talk show dibuka oleh moderator disampaikan sambutan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY, diantaranya diampaikan bahwa Program restocking ikan lokal adalah penebaran kembali benih ikan asli (seperti wader, tawes, gabus, nilem dan jenis ikan lain) ke perairan umum (sungai, danau, waduk) untuk memulihkan populasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung ketahanan pangan dan ekonomi warga sekitar. 
Tujuan dan Manfaat Utama:
  • Konservasi Lingkungan: Memulihkan stok ikan yang menurun akibat penangkapan berlebih (overfishing) dan memperbaiki ekosistem perairan.
  • Ketahanan Pangan: Meningkatkan ketersediaan ikan sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat lokal.
  • Peningkatan Ekonomi: Memberikan dampak ekonomi bagi nelayan tradisional dan pemancing dengan adanya hasil tangkapan yang lebih baik.
  • Melestarikan Kearifan Lokal: Menjaga keberadaan spesies ikan asli daerah agar tidak punah. 
Tahapan dan Metode Restocking:
  • Pemilihan Benih: Menggunakan benih ikan lokal asli setempat yang sehat dan berukuran memadai untuk menjamin tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. 
  • Pemilihan Lokasi: Dilakukan di perairan yang tenang dan memiliki vegetasi cukup, termasuk pemanfaatan rumah ikan (struktur buatan untuk berlindung). 
  • Teknik Penebaran: Melibatkan komunitas lokal (kelompok pengawas masyarakat/pokmaswas) untuk memastikan keikutsertaan aktif dalam pengawasan ikan yang ditebar. 
  • Monitoring dan Evaluasi: Pemantauan berkala terhadap pertumbuhan dan tingkat populasi ikan pasca penebaran. 
Program ini didorong oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi DIY  maupun DKP Kabupaten/ Kota  untuk menciptakan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. 
Setelah sambutan Kadinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY diteruskan  sambutan dari  6  narasumber yang lain DKP Kulon Progo, DKP Bantul, Badan Karantina Nasional, DIT POLAIR DIY, Mako Lanal Yogyakarta, Satpel Balai Karantina Cilacap dan  dilanjutkan dengan diskusi. Setelah acara talk show selesai dilanjutkan dengan kegiatan restocking ikan lokal. Dan jenis ikan yang direstocking di Sungai Mudal adalah Tawes, Nilam, Wader dengan jumlah 7.645 ekor. Dengan harapan setelah dilaksanakan restocking ikan lokal ini, jenis ikan lokal akan berkembang di sepanjang bantaran sungai mudal dan akan mengarah ke aliran sungai berikutnya. 

 


Kegiatan Talk Show Srawung Sedulur Konservasi di Pendopo Kuweni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTUAN BIBIT TANAMAN PANGAN SECARA SPONTANITAS KEPADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ESM

MATA AIR MUDAL

SUASANA SABTU PAGI 21 MEI 2022 DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL