ACARA TRIBUANA MANGGALA BHAKTI DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL
Upacara Tribuana Manggala Bhakti
adalah ritual religio-kultural umat Buddha di Kulon Progo, DIY, yang memadukan
ajaran Buddha dengan budaya Jawa untuk merawat lingkungan. Acara yang berfokus
pada pelestarian alam ini mencakup pengambilan air suci, penanaman pohon, dan
pelepasan satwa, biasanya diadakan menjelang Waisak di kawasan Watu
Blencong/Sungai Mudal.
Rangkaian Acara dan Makna
(Tribuana Manggala Bhakti):
- Penyatuan Tradisi: Perpaduan ajaran Buddha
Theravada dengan tradisi Jawa, sering diiringi Gendhing Tribuana.
- Pengambilan Air Suci Waisak: Diambil dari
sumber mata Sungai Mudal, Jatimulyo, untuk
digunakan dalam upacara Waisak.
- Aksi Lingkungan (Konservasi): Penanaman
pohon untuk menjaga sumber mata air dan pelepasan burung serta ikan
endemik sebagai simbol keadilan ekologis (merawat matra bumi, air, dan
cahaya).
- Kirab dan Puja Bakti: Prosesi kirab dari depan Rumah Makan Pengkolan melewati jalan ramah difabel menuju lokasi Puja Bakti (Amphytheater ESM dan halaman).
- Pelimpahan Jasa: Di akhir acara, dilakukan
pelimpahan jasa kepada sanak keluarga yang telah meninggal.
Acara ini berfokus pada tema
"Bersatu Padu Merawat Semesta" dan merupakan wujud nyata kepedulian
terhadap lingkungan hidup.
Acara Tribuana Manggala Bhakti Umat Buddha di Kalurahan Jatimulyo, merupakan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan rutin tiap tahun. Dan tempat pelaksanaan setiap tahunnya selalu berpindah dengan tujuan agar makna upacara Tribuana Manggala Bhakti dapat menyatu dalam kehidupan di masyarakat Kalurahan Jatimulyo dan sekitarnya. Acara Tribuana Manggala Bhakti tahun ini dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di panggung Amphytheater dan halaman Ekowisata Sungai Mudal. Acara dimulai dengan kirab bergodo Tribuana Manggala Bhakti Jatimulyo dari depan warung makan Pengkolan melewati jalan ramah difabel menuju tempat Puja Bhakti yaitu di panggung dan halaman Ekowisata Sungai Mudal. Setelah kirab selesai acara dibuka oleh moderator / MC yang selanjutnya pengambilan air suci di mata air Mudal dipimpin oleh Bante / Biksu. Setelah air suci diambil dibawa oleh petugas pembawa air menuju tempat Puja Bhakti. Yang selanjutnya Bante/ Biksu memimpin Puja Bhakti. Setelah Puja Bhakti selesai dilanjutkan Nasihat dari Bante/ Biksu kepada Umat Buddha di Kalurahan Jatimulyo. Sebagai puncak acara adalah melaksanakan makna Tribuana yaitu : (1) Menanam pohon secara simbolis oleh Bante/ Biksu yaitu pohon Sala dan pohon lainnya oleh tokoh masyarakat; (2) Melepas ikan di bantaran sungai; dan (3) Melepas Burung.
Prosesi Acara Tribuana Manggala Bhakti Umat Buddha Kalurahan Jatimulyo 14 Mei 2026

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas