Long weekend pertama di kalender 2026 hadir pada peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Karena bertepatan dengan hari Jumat, libur otomatis tersambung dengan akhir pekan. Tanggal merah: Jumat, 16 Januari 2026 Akhir pekan: Sabtu–Minggu, 17–18 Januari 2026 Periode long weekend: 16–18 Januari 2026 Cuti bersama: Tidak ada Total tiga hari libur ini cocok dimanfaatkan untuk liburan singkat atau sekadar rehat di awal tahun.
Liburan akhir pekan di destinasi wisata di area kawasan Jatimulyo ada empat destinasi wisata yang bisa dikunjungi yaitu: (1) Obyek Wisata Goa Kiskendo; (2) Air Terjun Kedung Pedut; (3) Air Terjun Kembangsoka dan (4) Ekowisata Sungai Mudal. Tentunya ke-empat destinasi wisata dimaksud telah mempersiapkan diri untuk menerima kunjungan wisatawan, baik wisatawan lokal/ dalam negeri dan wisatawan manca negara. Pengelola Ekowisata Sungai mudal telah mempersiapkan sejak mempersiapkan liburan Nataru. Long Weekend hari pertama, Jumat, 16 Januari 2026, dari pagi suasana cuaca mendung dengan sedikit gerimis, namun setelah itu cuaca cerah dan dilanjut cuaca mendung lagi dan alhamdulillah sampai jam operasional destinasi wisata tutup tidak terjadi hujan. Dengan kondisi yang demikian kunjungan wisatawan dari pagi sampai loket tiket masuk tutup pukul 15.00 kunjungan stabil, dan durasi kunjungan di Ekowisata Sungai Mudal saat long weekend ini bisa sampai 3 - 4 jam, yang biasanya durasi kunjungan wisatawan rata-rata 2,5 jam. Hal tersebut terjadi karena mayoritas kunjungan wisatawan dari luar daerah. Karena merasa cocok dengan suasana di area destinasi wisata dan merasa puas dengan pelayanan dari pengelola maka durasi kunjungan menjadi agak lama. Dan ketika tempat parkir penuh pengelola menawarkan kepada wisatawan yang datang, kalau tidak sabar menunggu bisa berkunjung ke destinasi wisata sejenis yang terdekat. Jumlah kunjungan wisatawan long weekend hari pertama adalah 745 orang.
Long WeekEnd di hari kedua Sabtu, 17 Januari 2026, dimulai giat rutin pagi hari yaitu briefing pagi di Pendopo Penjalin untuk persiapan pelayanan terhadap wisatawan yang akan berkunjung dan evaluasi pada kegiatan pada hari sebelumnya. Setelah briefing pagi biasanya seluruh personil melaksanakan kegiatan kebersihan di seluruh area destinasi wisata agar kebersihan tetap terjaga sepanjang hari. Suasana pagi cuaca mendung dan sedikit gerimis, dan dilanjut cuaca agak cerah sampai siang dan sore hari pukul 15.05 tiba-tiba hujan deras sehingga wisatawan yang berkunjung bertahan agak lama di area ESM sambil menunggu hujan agak reda. Kunjungan wisatawan Sabtu, 17 Januari 2024 tidak berbeda jauh dari hari kemarin dengan jumlah 688 orang.
Long WeekEnd di hari ketiga, Minggu, 18 Januari 2026, cuaca pagi gerimis dan pukul 08.00 saat buka loket tiket masuk agak cerah sampai pukul 13.00, dan pukul 13.30 hujan deras sehingga wisatawan yang tidak bermain air harus berteduh di gazebo-gazebo yang tersedia dan pendopo Penjalin. Sedangkan pendopo Kuweni digunakan oleh komunitas/ touring N Max untuk bersantai dan berkaraoke. Hari ini ada 2 komunitas sepeda motor yang touring di ESM, yaitu komunitas motor klasik dan Yamaha N-Max.
Karena terkendala oleh hujan yang deras kunjungan wisatawan hari ini menurun dari hari kemarin yaitu 559 orang, Jadi jumlah kunjungan wisatawan selama long weekend 1.992 orang.
Dan suasana liburan long weekend dapat dilihat pada video berikut:
Long WeekEnd, 16-01-2026
[Long WeekEnd, 17-01-2026
Semoga dengan kekompakan dan fokus segenap karyawan ESM dalam mengelola dan melengkapi sarana dan prasarana penunjang serta pembenahan sistem administrasi destinasi wisata ESM, jumlah kunjungan wisatawan akan lebih stabil dan meningkat. Tidak kalah pentingnya bahwa pengelola destinasi wisata mempertahankan penerapan Lima Prinsip Ekowisata sebagai tumpuan untuk menjamin terhadap perkembangan destinasi yang berbasis ekowisata. Adapun Lima Prinsip Ekowisata dimaksud adalah:
- Prinsip
konservasi: Pengembangan ekowisata mengutamakan pelestarian
lingkungan alam dan budaya, serta melaksanakan kaidah-kaidah usaha yang
bertanggung jawab.
- Prinsip
Partisipasi / Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan masyarakat setempat secara optimal dalam perencanaan dan
pengembangan ekowisata.
- Prinsip Ekonomi
Pariwisata: Mengembangkan ekowisata secara efisien, sehingga pemanfaatan sumber daya
alam dapat berkelanjutan
- Prinsip
Pendidikan/ Edukasi: Memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk mempelajari pentingnya
perlindungan alam.
- Prisip Preservasi
Budaya dan Kearifan
Lokal: Menghargai dan melindungi kebudayaan
tradisional masyarakat setempat, termasuk budaya gotong-royong, kesenian, kerajinan, dan adat & tradisi. Ini dapat dilakukan melalui dukungan terhadap kegiatan budaya,
promosi kerajinan lokal.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas