BUKA BERSAMA DAN TASYAKURAN REHAB PENDOPO PENJALIN (PENDOPO SEKOLAH SUNGAI)
Buka bersama (bukber) adalah tradisi populer di bulan Ramadhan, yaitu kegiatan makan dan berbuka bersama keluarga, teman, atau kolega untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan berbagi kebahagiaan serta keberkahan, seringkali diiringi dengan ibadah salat Maghrib berjamaah. Ini lebih dari sekedar makan, ini adalah momen sosial dan spiritual untuk saling mengasihi dan bersyukur atas nikmat rezeki setelah seharian berpuasa.
Buka Bersama dalam Islam bermakna sebagai sarana mempererat silaturahmi, berbagi rezeki (memberi makan orang berpuasa), dan meningkatkan kepedulian sosial. Tradisi ini dianjurkan sebagai ladah pahala untuk meningkatkan kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat Allah, asalkan tidak melalaikan ibadah wajib seperti salat Maghrib dan menghindari riya.
- Pahala Memberi Makan : Berdasarkan hadits, memberi makan orang yang berbuka puasaakan mendapatkan pahalayang setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.
- Silaturahmi dan Kebersamaan : Bukber menjadi momen untuk menyambung kembali tali persaudaraan (silaturahmi) yang mungkin renggang serta mempererat persaudaraan sesama Muslim.
- Wujud Syukur dan Berbagi : Merupakan bentuk syukur atas nikmat berbuka dan kesempatan untuk berbagi rezeki kepada sesama.
- Meningkatkan Empati : Melalui berkumpul dan berbagi, nilai kepedulian terhadap sesama terutama yang kurang mampu, akan lebih tertanam.
- Bukan ajang Pamer : esensi bukber adalah kebersamaan dan ibadah, bukan untuk pamer kemewahan, berlebih-lebihan, atau riya.
- Etika dan Hukum : Secara umum, hukumnya boleh (mubah), namun bisa menjadi makruh atau haram jika menyebabkan lalai dari kewajiban (salat) atau bercampur baur laki-laki dan perempuan bukan muhrim secara bebas.
Susunan Acara adalah sebagai berikut :
- Pembukaan
- Sambutan Ketua (Rudi Hastaryo); menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kehadirannya kepada hadirin, inti acara adalah (1) Buka bersama, agar terjalin tali silaturahmi, dan kekompakan dalam mencapai tujuan organisasi; (2) Tasyakuran, dengan selesainya rehap pendopo Penjalin, semoga dengan direhapnya pendopo pelayanan kepada wisatawan akan lebih meningkat dan kunjungan wisatawan penjadi semakin meningkat; (3) Memohon sambutan dari pak dukuh untuk menyampaikan saran, pesan dan kesan; (4) Memohon kepada pak Paiman untuk memimpin Tahlilan dan Doa Selamatan.
- Sambutan Dukuh Banyunganti (Sutarman); Menyampaikan: (1) Ucapan terima kasih atas undangannya; (2) Kesan: bahwa organisasi Ekowisata Sungai Mudal dalam segala hal selalu bersyukur, sehingga Ekowisata Sungai Mudal menjadi destinasi wisata yang kondusif dan selalu berinovasi untuk mewujudkan pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan; (3) Pesan : agar Ekowisata Sungai Mudal selalu menjaga persatuan, kekompakan, guyup-rukun dan berpegang teguh pada 5 prinsip Ekowisata yaitu : prinsip konservasi, prinsip partisipasi masyarakat, prinsip edukasi, prinsip ekonomi dan prinsip preservasi budaya dan kearifan lokal; (4) Mendoakan agar destinasi wisata menjadi lebih maju yang akan berdampak pada peningkatan kunjunngan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat.
- Tahlil dan Doa Selamatan dipimpin oleh Bpk Paiman, dimulai dengan Tahlil dan dilanjutkan doa selamatan tasyakuran telah selesainya rehab pendopo Penjalin (pendopo sekolah sungai).
- Buka Bersama
- Penutup.


Komentar
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas