KEGIATAN TOURING LASKAR LASEM DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Gambar
Di Ekowisata Sungai Mudal pada hari Rabu, 20 Mei 2026 ada dua kegiatan yaitu : Kegiatan Shooting promosi wisata oleh Tim Video Badan Otorita Borobudur (BOB), kegiatan dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 08.30, dan setelah selesai kegiatan di Ekowisata Sungai Mudal dilanjutkan pembuatan video kegiatan ekonomi kreatif (kriya kayu dan bambu) di Gunungkelir, nama pengrajin adalah Suparman. Kegiatan tim video BOB bertujuan untuk memasarkan destinasi wisata dan desa wisata yang ditunjuk oleh BOB  yaitu destinasi wisata dan Desa Wisata di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang mengarah ke KSPN Borobudur; Kegiatan Touring Laskar Lasem, Ngasem, Yogyakarta. Kegiatan touring kendaraan beroda tiga Bajaj ini jarang dilaksanaka di wilayah perbukitan. Namun melalui survey oleh tim dari Laskar Lasem pada jauh-jauh hari sebelumnya membuktikan bahwa kendaraan dimaksud kuat menanjak dengan kapasitas penumpang maksimal tiga orang. Kegiatan touring pada hari ini Rabu, 20 Mei 2026, berdasarkan kegiatan su...

MATA AIR MUDAL

MATA AIR MUDAL 03/12/2016


Kondisi Mata Air Mudal Terkini 28/02/2026

Mataair/ Tuk Mudal adalah sebuah mataair dengan debit terbesar di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Terletak di antara / perbatasan Padukuhan Gunungkelir, RT.025, RW.006 dan Padukuhan Banyunganti, RT. 23, RW.05, dengan Titik Koordinat Lat  -7.76181 Long 110.115677 dan elevasi  GPS 685 mdpl. Dari sumber air  mata air/tuk Mudal tersebut  sebagian warga Padukuhan Banyunganti, Gunungkelir dan Sokomoyo memanfaatkan airnya untuk kebutuhan air bersih masyarakat. Sehingga mata air tersebut harus dijaga kelestariannya. Dengan adanya mata air inilah pengelola Ekowisata Sungai Mudal memulai kegiatannya. Berawal dari gerakan kebersihan bantaran sungai yang diadakan oleh masyarakat Pedukuhan Banyunganti lingkup RW.05. Selain itu masyarakat Pedukuhan Banyunganti sadar bahwa di bawah aliran sungai mudal terdapat 2 (dua) destinasi wisata yaitu destinasi  wisata Air Terjun Kembang Soka di Padukuhan Gunungkelir dan destinasi  wisata Air Terjun Kedung Pedut di Padukuhan Kembang, yang semuanya merupakan wisata alam dalam kategori wisata tirta lainnya. Yang pergerakan pembukaan destinasi wisata dimulai dari program Camat Girimulyo  ( Bapak Purwono, S.Sos) yang  sangat inovatif yaitu Program "BEDAH POTENSI" yang bertujuan untuk membuka dan memunculkan/ mengelola  semua potensi yang ada di kecamatan Girimulyo yaitu: destinasi wisata, produk kerajinan rakyat/ kearifan lokal dan produk UMKM. Dari program Bedah Potensi tersebut diawali dengan pembukaan destinasi wisata baru yaitu Grojogan Sewu, di Padukuhan Beteng. Dengan program yang diluncurkan Camat Girimulyo  masyarakat Banyunganti menjadi sadar dan peduli  akan kebersihan sungai dengan mengembangkan perilaku tidak membuang sampah dan tidak Buang Air Besar di aliran Sungai Mudal untuk menuju PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). Setelah bantaran aliran sungai mudal bersih dan terlihat indah maka ada keinginan dari masyarakat agar dari posisi hulu (mata air mudal) dan dilingkungannya untuk dikelola menjadi salah satu destnasi wisata yang menarik dengan mengutamakan aspek pelestarian lingkungan yaitu pelestarian mata air mudal, konservasi alam dan pelestarian flora dan fauna lokal. Harapan kedepan dari sumber air ini dapat menghidupkan sendi-sendi  perekonomian di Kalurahan Jatimulyo melalui turunan kegiatan dari sumber air yaitu : (1) Olahraga (kolam renang) mengingat di Kalurahan Jatimulyo terdapat sekolahan yang mewajibkan pelajaran renang namun kolam renang satupun belum ada di Kalurahan Jatimulyo, dan untuk sementara giat tersebut dapat dilaksanakan di kolam pemandian alami; (2) Kelistrikan (Pembangkit listrik tenaga picohydro) untuk sarana pembelajaran /eduwisata; (3) Sarana Air Bersih ( pengelolaan air minum masyarakat dengan biaya yang murah ); (4) Perikanan (dengan melimpahnya sumber air dapat dikembangkan menjadi usaha perikanan darat di lingkungan ekowisata sungai mudal ); (5) Manca Krida/ outbound ( dapat dikembangkan untuk kegiatan permainan outbound antara lain : Canyoning, rappelling, trakking, dll ); (6) Sekolah Sungai ( Tempat pembelajaran cinta lingkungan ). Destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal adalah sebuah tempat wisata yang berbasis kelestarian lingkungan. Selain itu pengelola selalu berpegang teguh pada 5 (lima) Prinsip Ekowisata yaitu: (1) Prinsip Konservasi lingkungan; (2) Prinsip Partisipasi Masyarakat; (3) Prinsip Pemberdayaan/ Edukasi; (4) Prinsip Preservasi Budaya dan Kearifan Lokal; dan (5) Prinsip Ekonomi Pariwisata. Dengan harapan yang besar setelah Ekowisata Sungai Mudal berdiri kesejahteraan masyarakat akan meningkat, melalui: (1) Peran serta masyarakat; (2) Akan menginisiasi UMKM/ warung makan akan bermunculan; (3) Akan bertumbuhan sarana dan prasarana penunjang wisata misal; warung makan, jasa angkutan, penginapan; (4) Menginisiasi tempat lain untuk membuka destinasi wisata serupa. Setelah kesejahteraan meningkat bisa kita artikan bahwa Sungai/ mata air / Tuk Mudal yang semula berarti "Banyu Medal" / Mubal (keluar) dari sumbernya, namun juga bisa kita artikan Tuk Mudal/ Mataair Mudal  berarti sebagai berikut Tuk/ Mataair berarti Sumber Air dan Mudal bermakna Metu Pamedal (keluar pendapatan (rezeki). Secara detail Mataair Mudal bisa  kita maknai bahwa Sungai Mudal sebagai salah satu unsur yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat, lebih-lebih yang terlibat dalam pengelolaannya dan masyarakat yang terinisiasi membuka usaha, misalnya warung makan, penginapan, jasa angkutan, dan lain-lain. Pengelola dalam mengemban tugasnya selalu berpegang teguh pada slogan/ sesanti "Golong Gilig, Sawiji, Greget, Sengguh lan Ora Mingkuh". Semoga cita-cita pengelola destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal akan dikabulkan Allah SWT, Aamiin.... Aamiin...... Aamiin.... YRA.



Suasana bantaran Sungai Mudal dari posisi  hilir (kolam pemandian lokasi-1) 
sampai  posisi hulu (Mata Air Mudal/ Tuk mudal/ Goa Mudal)


Komentar

  1. Apakah bus wisata kapasitas 60 tempat duduk dapat mencapai tujuan wisata tersebut?

    BalasHapus
  2. untuk bus kapasitas 60 belum berani, max kapasitas 41

    BalasHapus
  3. dimana saya bisa bertanya lebih banyak tentang sumber mata air mudal ini, jika saya ingin melakukan penelitian terkait konservasi tanah dan air?

    BalasHapus
  4. Silahkan mengajukan permohonan melaksanakan penelitian yang ditujukan kepada ketua organisasi Ekowisata Sungai Mudal

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas

Postingan populer dari blog ini

BANTUAN BIBIT TANAMAN PANGAN SECARA SPONTANITAS KEPADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ESM

SUASANA SABTU PAGI 21 MEI 2022 DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL