SAMBUNG RASA KWT WIJI RAHAYU WIJIMULYO DI PENDOPO KUWENI EKOWISATA SUNGAI MUDAL, 07-02-2026

Gambar
KWT Wiji Rahayu adalah sebuah Kelompok Wanita Tani dari kalurahan Wijimulyo, kapanewon Nanggulan, kabupaten Kulon Progo. Merupakan KWT yang kegiatannya aktif sebagai KWT percontohan di kalurahan Wijimulyo. Kegiatan sambung rasa ini sudah direncanakan cukup lama, dan baru bisa terlaksana pada tahun ini. Adapun kegiatan KWT Wiji Rahayu yang dilaksanakan secara rutin antara lain :  Pemanfaatan Pekarangan di masing-masing anggota kelompok untuk ditanami komoditas sayuran / hortikultura. Pemanfaatan Pekarangan untuk tanaman obat / apotik hidup Pengembangan pertanian terpadu adalah sistem kombinasi tanaman, ternak, dan ikan. KWT Wiji Rahayu sebagai wahana belajar dan kerjasama. Pemberdayaan ekonomi lokal, misal: hasil panen bisa dijual langsung dan juga bisa  diolah menjadi produk UMKM olahan pangan ( makan olahan, minuman herbal) Rutin melaksanakan kegiatan pasar tani sebagai sarana pemasaran produk KWT Kegiatan pelestarian/ kebersihan lingkungan. Pemanfaatan pupuk organik. Pemanfa...

Mata air Mudal

MATA AIR MUDAL

Adalah sebuah mata air dengan debit terbesar di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Terletak di antara / perbatasan Padukuhan Gunungkelir, RT.025, RW.006 dan Padukuhan Banyunganti, RT. 23, RW.05, dengan ketinggian 685 dpl. Dari mata air tersebut  Padukuhan Banyunganti, Gunungkelir dan Sokomoyo sebagian masyarakatnya memanfaatkan airnya untuk kebutuhan air bersih masyarakat. Sehingga mata air tersebut harus dijaga kelestariannya. Dengan adanya mata air inilah pengelola Ekowisata Sungai Mudal memulai kegiatannya. Berawal dari gerakan kebersihan bantaran sungai yang diadakan rutin oleh masyarakat Pedukuhan Banyunganti di setiap bulannya. Selain itu masyarakat Pedukuhan Banyunganti sadar bahwa di bawah aliran sungai mudal terdapat 2 (dua) detinasi wisata yaitu destinasi  wisata Air Terjun Kembang Soka di Padukuhan Gunungkelir dan destinasi  wisata Air Terjun Kedung Pedut di Padukuhan Kembang, yang semuanya merupakan wisata tirta. Sehingga masyarakat banyunganti sadar akan kebersihan sungai dengan mengembangkan perilaku tidak membuang  sampah dan tidak Buang Air Besar di aliran Sungai Mudal. Setelah bantaran aliran sungai mudal bersih dan terlihat indah ada masukan dan saran dari tokoh masyarakat agar dari mata air mudal dan dilingkungannya untuk dikelola menjadi salah satu destnasi wisata yang menarik dengan mengutamakan aspek pelestarian lingkungan yaitu pelestarian mata air mudal, konservasi alam dan pelestarian flora dan fauna lokal. Harapannya kedepan dari sumber air ini dapat menghidupkan sendi-sendi  perekonomian di Kalurahan Jatimulyo melalui turunan kegiatan dari sumber air yaitu : (1) Olahraga ( kolam pemandian alami ) mengingat di Kalurahan Jatimulyo terdapat sekolahan yang mewajibkan pelajaran renang namun kolam renang satupun belum ada di Desa Jatimulyo; (2) Kelistrikan (Pembangkit listrik tenaga picohydro) untuk sarana pembelajaran /eduwisata; (3) Sarana Air Bersih ( pengelolaan air minum masyarakat dengan biaya yang murah ); (4) Perikanan (dengan melimpahnya sumber air dapat dikembangkan menjadi usaha perikanan darat di lingkungan ekowisata sungai mudal ); (5) Outbound ( dapat dikembangkan untuk kegiatan permainan outbound antara lain : Canyoning, rappelling, trakking, dll ); (6) Sekolah Sungai ( Tempat pembelajaran cinta lingkungan ) 

Komentar

  1. Apakah bus wisata kapasitas 60 tempat duduk dapat mencapai tujuan wisata tersebut?

    BalasHapus
  2. untuk bus kapasitas 60 belum berani, max kapasitas 41

    BalasHapus
  3. dimana saya bisa bertanya lebih banyak tentang sumber mata air mudal ini, jika saya ingin melakukan penelitian terkait konservasi tanah dan air?

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas

Postingan populer dari blog ini

BANTUAN BIBIT TANAMAN PANGAN SECARA SPONTANITAS KEPADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ESM

SUASANA SABTU PAGI 21 MEI 2022 DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL