KUNJUNGAN KERJA DEPUTI SDM DAN TI KEMENTERIAN BUMN DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Gambar
Kunjungan kerja Deputi Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi Kementerian BUMN Bapak  Tedi Bharata, beserta Tim kedeputian yaitu:  Bpk. Erick Taufan (TJSL)  Bpk. Faishal Sandy (SDM)  Bpk. Deni Setiawan (IT)  Ibu Septiana(TJSL)  Diikuti dari Tim dari PT. PLN (Persero) yaitu:  Bpk. Irwanshah Putra, GM DIY  Ibu Endah Yuliati, SRM Keuangan  Bpk. M. Fatkhul Hakim, SRM Ren  Bpk. Ahmad Muustaqir, Manager UP3 Yogyakarta &  Anggota Tim Kunjungan Kerja.  Dihadiri oleh tamu undangan :  Panewu Girimulyo  Lurah Jatimulyo yang diwakili oleh Carik Jatimulyo  Pelaku usaha / UMKM di area Ekowisata Sungai Mudal dan  Pengurus dan anggota organisasi Ekowisata Sungai Mudal  Setelah acara dibuka oleh pembawa acara disampaikan ucapan selamat datang dan laporan oleh ketua organisasi Ekowisata Sungai Mudal (Rudi Hastaryo). Ketua organisasi melaporkan bahwa PT PLN (Persero) dengan program bina lingkungan / PLN Peduli telah membina Ekowisata Sungai Mudal sejak Tahun 2016,  Peran BUMN dalam hal ini PT PL

Mata air Mudal

MATA AIR MUDAL

Adalah sebuah mata air dengan debit terbesar di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Terletak di Pedukuhan Banyunganti, RT. 23, RW.05, dengan ketinggian 685 dpl. Dari mata air tersebut  Pedukuhan Banyunganti, Gunungkelir dan Sokomoyo sebagian masyarakatnya memanfaatkan airnya untuk kebutuhan mandi, cuci dan masak. Sehingga mata air tersebut harus dijaga kelestariannya. Dengan adanya mata air inilah pengelola Ekowisata Sungai Mudal memulai kegiatannya. Berawal dari gerakan kebersihan bantaran sungai yang diadakan rutin oleh masyarakat Pedukuhan Banyunganti di setiap bulannya. Selain itu masyarakat Pedukuhan Banyunganti sadar bahwa di bawah aliran sungai mudal terdapat 2 (dua) detinasi wisata yaitu Obyek Wisata Alam Kembang Soka di Pedukuhan Gunungkelir dan Obyek Wisata Alam Kedung Pedut yang semuanya merupakan wisata tirta. Sehingga masyarakat banyunganti sadar akan kebersihan sungai dengan mengembangkan perilaku tidak membuang  sampah dan tidak Buang Air Besar di aliran Sungai Mudal. Setelah bantaran aliran sungai mudal bersih dan terlihat indah ada masukan dan saran dari tokoh masyarakat agar dari mata air mudal dan dilingkungannya untuk dikelola menjadi salah satu destnasi wisata yang menarik dengan mengutamakan aspek pelestarian lingkungan yaitu pelestarian mata air mudal, konservasi alam dan pelestarian flora dan fauna lokal. Harapannya kedepan dari sumber air ini dapat menghidupkan sendi-sendi  perekonomian di Desa Jatimulyo melalui turunan kegiatan dari sumber air yaitu : (1) Olahraga ( kolam renang alami ) mengingat di Desa Jatimulyo terdapat sekolahan yang mewajibkan pelajaran renang namun kolam renang satupun belum ada di Desa Jatimulyo; (2) Kelistrikan (Pembangkit listrik tenaga picohydro) untuk sarana pembelajaran /eduwisata; (3) Sarana Air Bersih ( pengelolaan air minum masyarakat dengan biaya yang murah ); (4) Perikanan (dengan melimpahnya sumber air dapat dikembangkan menjadi usaha perikanan darat di lingkungan ekowisata sungai mudal ); (5) Outbound ( dapat dikembangkan untuk kegiatan permainan outbound antara lain : Canyoning, rappelling, tracking, dll ); (6) Sekolah Alam /Sungai ( Tempat pembelajaran cinta lingkungan ) 

Komentar

  1. Apakah bus wisata kapasitas 60 tempat duduk dapat mencapai tujuan wisata tersebut?

    BalasHapus
  2. untuk bus kapasitas 60 belum berani, max kapasitas 41

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas

Postingan populer dari blog ini

ANGGARAN RUMAH TANGGA ORGANISASI ESM

PEMBANGUNAN GAPURA PINTU MASUK