KEGIATAN OUTING CLASS TKIT IBNU ABBAS XII DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL
Sebuah ekowisata berlokasi di Kabupaten Kulon Progo, DIY. Tepatnya di wilayah Ped. Banyunganti dan Ped. Gunungkelir, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo. Daya Tarik wisata yang ada di Tempat Wisata ini adalah Air Terjun, Kolam Pemandian Alami, Camp Area, Pendopo untuk Pertemuan, Outbound, Sekolah Sungai, Kolam Anak2, Rappeling, Trekking Area. Sedang fasilitas yang tersedia al: Tempat Parkir, Musholla,Toilet, Gazebo, Kamar Ganti, Wiffi, Jalan ramah difabel, Panggung dan Warung makan.
UMKM memiliki peranan
vital dalam mendukung perekonomian daerah, terutama di destinasi wisata yang
berbasis budaya dan alam. Produk-produk UMKM, baik berupa kuliner, kerajinan,
maupun jasa, kerap menjadi bagian integral dari pengalaman wisatawan. Dan UMKM
merupakan tulang punggung perekonomian yang mampu bertahan dalam kondisi krisis
sekalipun, karena fleksibilitas dan kedekatannya dengan komunitas lokal. Dengan
demikian, keberhasilan UMKM dalam memanfaatkan potensi pariwisata akan
menentukan seberapa besar dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat secara
luas.
Namun demikian, UMKM
lokal masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengoptimalkan peluang dari
sektor pariwisata. Keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi digital,
serta keterampilan manajerial yang belum memadai sering kali menjadi kendala
yang membatasi daya saing. Banyak UMKM di kawasan
wisata belum mampu mengembangkan strategi pemasaran digital yang efektif, sehingga
sulit menjangkau pasar wisatawan yang lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan strategi
khusus yang berfokus pada pemberdayaan, pendampingan, serta inovasi berbasis potensi
lokal.
Selain tantangan internal, faktor eksternal juga turut memengaruhi kemampuan UMKM dalam memanfaatkan peluang pariwisata. Persaingan dengan produk global, perubahan tren wisatawan, serta kebijakan pemerintah menjadi variabel penting yang harus dipertimbangkan. Strategi bisnis UMKM harus responsif terhadap dinamika lingkungan eksternal dengan mengadopsi pendekatan inovatif dan kolaboratif. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan strategi UMKM dalam konteks pariwisata memerlukan sinergi antara kekuatan internal dan dukungan eksternal agar dapat menciptakan keberlanjutan usaha. Disisi lain, potensi pariwisata berbasis kearifan lokal menjadi peluang unik bagi UMKM untuk menciptakan diferensiasi produk. Wisatawan cenderung mencari pengalaman otentik yang berkaitan dengan budaya, kuliner tradisional, dan produk kerajinan khas daerah. Seperti kita ketahui bahwa produk UMKM yang berbasis budaya lokal memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan, karena tidak hanya menawarkan barang atau jasa, tetapi juga nilai-nilai identitas yang melekat pada masyarakat setempat. Dengan demikian, strategi pengelolaan potensi kearifan lokal harus menjadi bagian integral dari upaya pengembangan UMKM.Kolaborasi antar pelaku menjadi kunci penting dalam mengembangkan strategi UMKM berbasis pariwisata. UMKM tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dari pemerintah, komunitas, maupun pihak swasta. Program kemitraan yang melibatkan UMKM, pemerintah daerah, dan asosiasi pariwisata mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan distribusi. Sinergi ini juga membantu UMKM dalam mengakses pelatihan, teknologi, dan pasar yang lebih luas, sehingga daya saing mereka semakin kuat.Peran teknologi digital dalam mendukung strategi UMKM di sektor pariwisata juga tidak dapat diabaikan. Transformasi digital membuka peluang bagi UMKM untuk melakukan promosi secara lebih efektif, menjangkau pasar global, dan meningkatkan efisiensi operasional. Program digitalisasi merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat UMKM, terutama dalam konteks pariwisata yang sangat bergantung pada visibilitas dan reputasi. Oleh karena itu, literasi digital menjadi salah satu aspek utama yang perlu diperkuat dalam strategi pengembangan UMKM lokal.Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan pada eksplorasi strategi UMKM lokal dalam memanfaatkan potensi ekonomi pariwisata. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana UMKM mengelola potensi lokal, mengatasi tantangan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dalam rangka pengembangan UMKM di area Ekowisata Sungai Mudal, pengelola berupaya ikut peduli dalam usaha pengembangan melalui pemasaran produk. Dalam tahap awal ESM melalui gagasan Sdr. Rudi Hastaryo secara swadaya telah membangung bangunan sederhana yaitu Outlet Pruduk UMKM Masyarakat. Pemasaran produk melalui outlet UMKM telah dimulai sejak tahun 2019. Dari pemasaran produk lokal antara lain : aneka jenis keripik, gula semut aneka rasa/ rasa rempah, kopi menoreh produk lokal dan selain itu outlet UMKM juga menjual aneka minuman yang sering dibutuhkan pengunjung.
Seiring berjalannya waktu outlet UMKM di rest area ESM pada hari Minggu, 12 April 2026 telah dilaksanakan terbatas yang dihadiri oleh perwakilan pelaku UMKM, Pelaksana kegiatan outlet UMKM untuk tahun 2026 (2 orang), Ketua I/ II, Koordinator Pengawas, Sekretaris, Bendahara, dan lainya (secara daring & luring). Dalam rapat telah dilaksanakan evaluasi kegiatan yang menyimpulkan beberapa permasalahan tentang produk UMKM lokal antara lain :
Komentar
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas