KEGIATAN TOURING LASKAR LASEM DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Gambar
Di Ekowisata Sungai Mudal pada hari Rabu, 20 Mei 2026 ada dua kegiatan yaitu : Kegiatan Shooting promosi wisata oleh Tim Video Badan Otorita Borobudur (BOB), kegiatan dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 08.30, dan setelah selesai kegiatan di Ekowisata Sungai Mudal dilanjutkan pembuatan video kegiatan ekonomi kreatif (kriya kayu dan bambu) di Gunungkelir, nama pengrajin adalah Suparman. Kegiatan tim video BOB bertujuan untuk memasarkan destinasi wisata dan desa wisata yang ditunjuk oleh BOB  yaitu destinasi wisata dan Desa Wisata di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang mengarah ke KSPN Borobudur; Kegiatan Touring Laskar Lasem, Ngasem, Yogyakarta. Kegiatan touring kendaraan beroda tiga Bajaj ini jarang dilaksanaka di wilayah perbukitan. Namun melalui survey oleh tim dari Laskar Lasem pada jauh-jauh hari sebelumnya membuktikan bahwa kendaraan dimaksud kuat menanjak dengan kapasitas penumpang maksimal tiga orang. Kegiatan touring pada hari ini Rabu, 20 Mei 2026, berdasarkan kegiatan su...

PENERAPAN PARIWISATA RAMAH MUSLIM & NON MUSLIM DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL



Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pariwisata ramah muslim dunia yang didukung dengan keindahan alam, keragaman budaya dan populasi muslim terbesar dunia. Hal ini membuktikan bahwa kemajuan pariwisata ramah  muslim di Indonesia menjadi salah satu pilihan dan strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Pariwisata ramah muslim juga bersifat  inklusif, tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim namun layanan tambahan yang mengedepankan kebersihan ini juga dapat dinikmati oleh seluruh wisatawan.

Indonesia perlu memanfaatkan momentum terbaik ini untuk meraih segmen pasar wisatawan muslim yang lebih masif, sehingga pengembangan  pariwisata ramah muslim dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku  usaha pariwisata. Berbagai upaya promosi dan pemasaran telah dilakukan  dan perlu terus dikembangkan. Namun disisi lain, pembenahan di destinasi dan industri pariwisata perlu terus dilakukan mengingat belum semua  destinasi wisata Indonesia sudah memperhatikan kebutuhan wisatawan muslim secara serius.


Salah satu upaya untuk meningkatkan Pariwisata Ramah Muslim di  Indonesia adalah penyusunan pedoman yang konkret dan implementatif  untuk menyelenggarakan layanan dasar yang dibutuhkan dan selaras dengan  ekspektasi wisatawan muslim nusantara maupun mancanegara.  Ketersediaan pedoman layanan dasar pariwisata ramah muslim ini merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran, keselarasan  pandangan, memberikan panduan dan kemudahan bagi industri, destinasi, dan Pemerintah Daerah yang ingin menjadikan wisatawan muslim sebagai  target pasarnya. Oleh karena itu, pedoman ini akan memuat garis besar  informasi yang dibutuhkan agar terbentuk destinasi, usaha pariwisata, dan  usaha terkait pariwisata yang dapat memenuhi kebutuhan dasar wisatawan  muslim.


Secara umum destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal membuka  kunjungan wisatawan juga bersifat umum dan tidak akan membeda-bedakan wisatawan itu dari etnis/ agama/ suku/ warga negara dan lain-lain. Secara khusus kami akan menerapkan sebuah destinasi wisata ramah muslim, karena kami berpendapat setelah kami menerapkan hal dimaksud yaitu: (1) Penyediaan makanan dan minuman halal; (2) Penyediaan Sarana Ibadah yang Bersih dan Memadahi; dan (3) Penyediaan Fasilitas Sanitasi yang Bersih dan Memadahi, maka  dengan penerapan destinasi wisata ramah muslim umat yang lain juga akan lebih bisa menerima,  enjoy dan nyaman bila berkunjung di Ekowisata Sungai Mudal, dan segenap pengelola Ekowisata Sungai Mudal juga akan ikut mewujudkan sistem kehidupan toleransi antar umat beragama yaitu sikap saling menghormati, menerima dan menghargai perbedaan keyakinan untuk menciptakan harmoni sosial. 


Dalam rangka mewujudkan Pariwisata Ramah Muslim, destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal telah berupaya menempuh capaian elaborasi unsur layanan dasar pariwisata ramah muslim yang mencakup :


  • Penyediaan makanan dan minuman halal; 

Penyediaan makanan dan minuman halal merupakan kebutuhan dasar wisatawan muslim. Ketersediaan makanan dan minuman halal yang mudah  ditemukan wisatawan akan berpengaruh langsung terhadap tingkat kepuasan  wisatawan muslim.  Ketersediaan makanan dan minuman halal di destinasi tidak hanya berfungsi  untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang sejalan dengan ketentuan dan keyakinannya, tetapi juga berkontribusi pada citra dan reputasi destinasi wisata.Menjamin ketersediaan makanan dan minuman halal, menunjukan komitmen terhadap pemenuhan kebutuhan dan membangun kepercayaan wisatawan  muslim. Oleh karena itu, memahami dan menerapkan prinsip halal dalam setiap  aspek penyediaan makanan dan minuman merupakan langkah penting untuk  menciptakan destinasi yang menarik, berkelanjutan, dan sesuai dengan harapan  wisatawan muslim.  Dengan memahami dan menerapkan pedoman penyediaan makanan dan  minuman halal, destinasi wisata dapat meningkatkan daya tariknya dan  berkontribusi pada pengembangan destinasi pariwisata ramah muslim.

  • Penyediaan Sarana Ibadah yang Bersih dan Memadahi

Penyediaan sarana ibadah yang bersih menjadi sebuah hal yang sangat perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan layanan pariwisata ramah muslim. Sarana  ibadah utama yang perlu diperhatikan adalah tempat dan perlengkapan pendukung untuk melaksanakan ibadah salat, diantaranya mencakup pemeliharaan ruang salat, ketersediaan tempat melakukan wudu dan toilet di area  yang berdekatan, serta didukung dengan perlengkapan pendukungnya (sajadah,  sarung dan mukena) sehingga wisatawan muslim dapat beribadah dengan khusyu dan nyaman. Penyediaan sarana ibadah yang bersih sangat diperlukan dalam perjalanan  wisatawan, mulai dari bandara/stasiun/terminal, area hotel/penginapan, lokasi perbelanjaan, dan di dalam dan/atau di luar area wisata. Kemudahan dalam  menunaikan ibadah salat secara langsung berdampak pada tingkat kepuasan  wisatawan muslim saat berwisata di suatu destinasi.


  • Penyediaan Fasilitas Sanitasi yang Bersih dan Memadahi; 

Penyediaan fasilitas sanitasi yang bersih dan memadai adalah hal yang  krusial, tidak hanya untuk wisatawan muslim, tetapi juga untuk wisatawan pada umumnya. Fasilitas sanitasi yang bersih tidak hanya sejalan dengan  penyelenggaraan layanan pariwisata ramah muslim, tetapi juga sesuai dengan aspek higienitas. Namun demikian, kebutuhan terkait fasilitas sanitasi (toilet dan  air bersih) semakin diperlukan ketika dikaitkan dengan keperluan untuk  melaksanakan ibadah yang didahului oleh proses berwudu/membersihkan diri.  Keberadaan toilet perlu memerhatikan sisi privasi dan kenyamanan dari penggunaannya. Toilet yang memiliki atap tertutup rapi, pintu yang rapat dan bisa  dikunci, air yang mudah terserap/kering, tersedianya gantungan baju/celana,  serta kemudahan untuk membasuh setelah membuang air besar/kecil juga perlu  menjadi perhatian bagi destinasi dan pelaku usaha pariwisata.[

Fasilitas sanitasi terutama tempat wudhu masing-masing mushola di area Ekowisata Sungai Mudal sebenarnya ada sedikit permasalahan, rata-rata belum dibuat skat/ pemisah antara kaum pria dan wanita karena keterbatasan tempat, jadi sementara wudhu antara pria dan wanita dilakukan secara bergantian. Kedepan secara bertahap akan bisa dilaksanakan sesuai pedoman pelaksanaan Pariwisata Ramah Muslim.


  • Dilaksanakan Pembinaan, Pemantauan dan Evaluasi oleh pihak-pihak terkait.

Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan kualitas layanan dasar  pariwisata ramah muslim yang berkualitas adalah terlaksananya pembinaan, pemantauan, dan evaluasi dalam pariwisata ramah muslim. Pembinaan,  pemantauan, dan evaluasi dapat dilakukan oleh Pemerintah, Lembaga Keagamaan, Pemerintah Kabupaten atau instansi/asosiasi terkait  lainnya sesuai dengan kewenangannya. Apabila diperlukan, pembinaan,  pemantauan, dan evaluasi dapat melibatkan Akademisi, Komunitas, dan/atau  pemangku kepentingan terkait lainnya sesuai dengan kewenangan dan peran yang  diberikan.


  • Jumlah Mushola dan Masjid di area Ekowisata Sungai Mudal
  1. Mushola : (1) Mushola Tombo Ati; (2) Mushola Warung Bu Suyami; (3) Mushola Warung Ismadi; (4) Mushola Warung Bu Genduk Purwanti; (4) Mushola WM Pengkolan; (5) Semua WM/ Restoran menyediakan Mushola; dan (6) Semua Penginapan telah menyediakan Mushola.
  2. Masjid Terdekat : (1) Masjid Nur Hidayah, Banyunganti; (2) Masjid Nur Huda, Gunungkelir; (3) Masjid Baiturrahman, Gunungkelir.
  • Jumlah Warung Makan, Warung Jajanan, Warung Kelontong dan  Restoran  di area Ekowisata Sungai Mudal
  1. Warung Makan : (1) WM Bu Suyami; (2) WM Ismadi; (3) WM Bu Tumiyati; (4) WM Bu Genduk; (5) WM Bu Sutriyah; (6) WM Bu Mugirah; (7) WM Mas Kelik Endro; (8) WM Bu Setiti; (9) WM Mas Eko; (10) WM Mbak Meta; (11) WM Bu Kemiyem; (12) WM Bu Sri Utami; (14) WM Bu Jemini; (15) Warung Jajanan Bu Suprihatin; (16) Warung Jajanan Bu Sutilah; (17) Warung Jajanan KTH Wanapaksi; (18) Warung Jajanan Dawet Sambel Yu Sarah; (19) Warung Jajanan Dawet Kang Seblu.
  2. Rerstoran di area Ekowisata Sungai Mudal : (1) Restoran/ RM Pengkolan; (2) Restoran/ RM Ingkung Gunung; (3) Restoran Kopi Pari; (4) Restoran Kopi Selawe; (5) Restoran Kopi Mbah Kino; 
  3. Warung Kelontong di area Ekowisata Sungai Mudal : (1) Oto Mart; (2) Warung Kelontong Desi Ratnasari; Warung Kelontong Suryadi.

  • Penginapan dan Homestay di area Ekowisata Sungai Mudal
  1. Penginapan  : (1) Penginapan Deo Sapto; (2) Penginapan Kopi Selawe.
  2. Homestay : (1) Homestay Kastowo; (2) Homestay Sri Utami; (3) Homestay Teguh Surata (Ingkung Gunung).

  • Jumlah Toilet di area Ekowisata Sungai Mudal
  1. Toilet : (1) Toilet Rest Area; (2) Toilet di sisi Musala Tombo Ati; (3) Toilet WM Mas Eko; (4) Toilet WM Sutriyah; (5) Toilet WM Sri Utami; (6) Toilet Parkir Gate-1; (7) Toilet WM/ Restauran  Pengkolan, (8) Toilet WM Ismadi; (9) Toilet WM Bu Tumiyati; (10) Toilet WM Bu Genduk Purwanti; (11) Toilet WM Bu Suyami; dan (12) Semua Restoran / Penginapan menyiapkan Toilet.
Terkait dengan kesiapan destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal dalam rangka mendukung program Pariwisata Ramah Muslim diperlukan adanya pedoman dari pemerintah dalam hal ini Dinas terkait agar pelaksanaan kegiatannya telah sesuai dengan pedoman dimaksud. Kedepan di dalam informasi khusus kami juga akan mencantumkan nomor Contact Person usaha yang merupakan sebuah pendamping terhadap keberlanjuatan  destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTUAN BIBIT TANAMAN PANGAN SECARA SPONTANITAS KEPADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ESM

MATA AIR MUDAL

SUASANA SABTU PAGI 21 MEI 2022 DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL