KEGIATAN TOURING LASKAR LASEM DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL
Sebuah ekowisata berlokasi di Kabupaten Kulon Progo, DIY. Tepatnya di wilayah Ped. Banyunganti dan Ped. Gunungkelir, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo. Daya Tarik wisata yang ada di Tempat Wisata ini adalah Air Terjun, Kolam Pemandian Alami, Camp Area, Pendopo untuk Pertemuan, Outbound, Sekolah Sungai, Kolam Anak2, Rappeling, Trekking Area. Sedang fasilitas yang tersedia al: Tempat Parkir, Musholla,Toilet, Gazebo, Kamar Ganti, Wiffi, Jalan ramah difabel, Panggung dan Warung makan.
Indonesia perlu
memanfaatkan momentum terbaik ini untuk meraih segmen pasar wisatawan muslim
yang lebih masif, sehingga pengembangan pariwisata
ramah muslim dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha pariwisata. Berbagai upaya promosi dan
pemasaran telah dilakukan dan perlu
terus dikembangkan. Namun disisi lain, pembenahan di destinasi dan industri
pariwisata perlu terus dilakukan mengingat belum semua destinasi wisata Indonesia sudah memperhatikan
kebutuhan wisatawan muslim secara serius.
Salah satu upaya
untuk meningkatkan Pariwisata Ramah Muslim di Indonesia adalah penyusunan pedoman yang
konkret dan implementatif untuk
menyelenggarakan layanan dasar yang dibutuhkan dan selaras dengan ekspektasi wisatawan muslim nusantara maupun
mancanegara. Ketersediaan pedoman
layanan dasar pariwisata ramah muslim ini merupakan langkah strategis dalam membangun
kesadaran, keselarasan pandangan,
memberikan panduan dan kemudahan bagi industri, destinasi, dan Pemerintah Daerah yang ingin menjadikan
wisatawan muslim sebagai target pasarnya.
Oleh karena itu, pedoman ini akan memuat garis besar informasi yang dibutuhkan agar terbentuk
destinasi, usaha pariwisata, dan usaha
terkait pariwisata yang dapat memenuhi kebutuhan dasar wisatawan muslim.
Secara umum destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal membuka kunjungan wisatawan juga bersifat umum dan tidak akan membeda-bedakan wisatawan itu dari etnis/ agama/ suku/ warga negara dan lain-lain. Secara khusus kami akan menerapkan sebuah destinasi wisata ramah muslim, karena kami berpendapat setelah kami menerapkan hal dimaksud yaitu: (1) Penyediaan makanan dan minuman halal; (2) Penyediaan Sarana Ibadah yang Bersih dan Memadahi; dan (3) Penyediaan Fasilitas Sanitasi yang Bersih dan Memadahi, maka dengan penerapan destinasi wisata ramah muslim umat yang lain juga akan lebih bisa menerima, enjoy dan nyaman bila berkunjung di Ekowisata Sungai Mudal, dan segenap pengelola Ekowisata Sungai Mudal juga akan ikut mewujudkan sistem kehidupan toleransi antar umat beragama yaitu sikap saling menghormati, menerima dan menghargai perbedaan keyakinan untuk menciptakan harmoni sosial.
Dalam rangka mewujudkan Pariwisata Ramah Muslim, destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal telah berupaya menempuh capaian elaborasi unsur layanan dasar pariwisata ramah muslim yang mencakup :
Penyediaan sarana ibadah yang bersih menjadi sebuah hal yang sangat perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan layanan pariwisata ramah muslim. Sarana ibadah utama yang perlu diperhatikan adalah tempat dan perlengkapan pendukung untuk melaksanakan ibadah salat, diantaranya mencakup pemeliharaan ruang salat, ketersediaan tempat melakukan wudu dan toilet di area yang berdekatan, serta didukung dengan perlengkapan pendukungnya (sajadah, sarung dan mukena) sehingga wisatawan muslim dapat beribadah dengan khusyu dan nyaman. Penyediaan sarana ibadah yang bersih sangat diperlukan dalam perjalanan wisatawan, mulai dari bandara/stasiun/terminal, area hotel/penginapan, lokasi perbelanjaan, dan di dalam dan/atau di luar area wisata. Kemudahan dalam menunaikan ibadah salat secara langsung berdampak pada tingkat kepuasan wisatawan muslim saat berwisata di suatu destinasi.
Penyediaan fasilitas sanitasi yang bersih dan memadai adalah hal yang krusial, tidak hanya untuk wisatawan muslim, tetapi juga untuk wisatawan pada umumnya. Fasilitas sanitasi yang bersih tidak hanya sejalan dengan penyelenggaraan layanan pariwisata ramah muslim, tetapi juga sesuai dengan aspek higienitas. Namun demikian, kebutuhan terkait fasilitas sanitasi (toilet dan air bersih) semakin diperlukan ketika dikaitkan dengan keperluan untuk melaksanakan ibadah yang didahului oleh proses berwudu/membersihkan diri. Keberadaan toilet perlu memerhatikan sisi privasi dan kenyamanan dari penggunaannya. Toilet yang memiliki atap tertutup rapi, pintu yang rapat dan bisa dikunci, air yang mudah terserap/kering, tersedianya gantungan baju/celana, serta kemudahan untuk membasuh setelah membuang air besar/kecil juga perlu menjadi perhatian bagi destinasi dan pelaku usaha pariwisata.[
Fasilitas sanitasi terutama tempat wudhu masing-masing mushola di area Ekowisata Sungai Mudal sebenarnya ada sedikit permasalahan, rata-rata belum dibuat skat/ pemisah antara kaum pria dan wanita karena keterbatasan tempat, jadi sementara wudhu antara pria dan wanita dilakukan secara bergantian. Kedepan secara bertahap akan bisa dilaksanakan sesuai pedoman pelaksanaan Pariwisata Ramah Muslim.
Salah satu
upaya untuk meningkatkan ketersediaan kualitas layanan dasar pariwisata ramah muslim yang berkualitas
adalah terlaksananya pembinaan, pemantauan, dan evaluasi dalam pariwisata ramah
muslim. Pembinaan, pemantauan, dan
evaluasi dapat dilakukan oleh Pemerintah, Lembaga Keagamaan, Pemerintah Kabupaten atau instansi/asosiasi terkait lainnya
sesuai dengan kewenangannya. Apabila diperlukan, pembinaan, pemantauan, dan evaluasi dapat melibatkan
Akademisi, Komunitas, dan/atau pemangku
kepentingan terkait lainnya sesuai dengan kewenangan dan peran yang diberikan.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas