PENGAMBILAN AIR BERKAH/ AIR PARITTA DI MATA AIR MUDAL
Pada hari, Kamis, 30 April 2026, dilaksanakan pengambilan Air Paritta di mata air Mudal, oleh Umat Buddha di Kalurahan Jatimulyo. Pengambilan air suci atau Air Berkah / Air Paritta adalah salah satu rangkaian penting perayaan Waisak, terutama tradisi Waisak bagi umat Buddha di Kalurahan Jatimulyo dan sekitarnya.
Makna & Tujuan Utama
|
Tujuan |
Penjelasan |
|
1. Simbul Penyucian |
Air
melambangkan pembersihan batin dari kotoran lobha, dosa, moha = keserakahan,
kebencian, kebodohan batin. Dengan memercikkan air, umat diingatkan untuk
selalu mawas diri & menjaga pikiran, ucapan, perbuatan. |
|
2. Mengenang Kelahiran Bodhisattva
Siddarta |
Menurut
kitab, saat Pangeran Siddharta lahir di Taman Lumbini, para dewa
menyirami-Nya dengan air suci. Ritual ini jadi napak tilas peristiwa suci
kelahiran Sang Buddha. |
|
3. Pemberkahan |
Air diambil
dari sumber mata air alami pilihan, lalu diberkahi pembacaan Paritta Suci
oleh para Bhikkhu Sangha. Air jadi sarana menyalurkan berkah Dhamma ke umat. |
|
4. Pemersatu Umat |
Air diambil
dari beberapa sumber lalu disatukan di puncak acara.
Melambangkan persatuan umat Buddha dari berbagai tradisi & daerah. |
Perlu kita ketahui bahwa proses pengambilan Air Suci Waisak Nasional Adalah sebagai berikut:
- Sumber: Diambil dari mata air Umbul Jumprit, Temanggung. Dipilih karena jernih, alami, dan dianggap punya energi spiritual tinggi. Kadang ditambah dari 7 mata air lain se- Nusantara.
- Ritual: Bhikkhu memimpin puja, pembacaan Paritta Rattana Sutta & Karaniyametta Sutta. Air didoakan agar membawa kesejahteraan, kedamaian, keselamatan untuk bangsa.
- Kirab: Air suci diarak dari Umbul Jumprit → Candi Mendut → disakralkan semalam → dibawa ke Candi Borobudur pas detik-detik Waisak.
- Pemberkahan: Saat puncak Waisak, air suci dipercikkan ke umat oleh Bhikkhu sambil mengucapkan: “Semoga semua makhluk berbahagia”.
Fungsi Bagi Umat
- Dipakai di altar rumah: Dipercikkan di rumah/altar sebagai berkat, pengingat untuk hidup sesuai Dhamma
- Diminum secukupnya: Dengan keyakinan & pikiran baik, jadi sugesti positif untuk kesehatan batin.
- Dibawa pulang: Sebagai “oleh-oleh Dhamma” dari Borobudur, terutama bagi yang tidak bisa hadir langsung.
- Intinya:
(1)Air suci Waisak bukan jimat (2) Buddha tidak mengajarkan kekuatan magis. (3) Air itu jadi simbol & sarana perenungan. (4) Yang menyucikan batin tetap perbuatan baik kita sendiri. (5) Air hanya pengingat.


Komentar
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas