PENGECATAN ULANG PANGGUNG AMPHITHEATER EKOWISATA SUNGAI MUDAL


Didalam program kerja organisasi Ekowisata Sungai Mudal, tercantum program kegiatan tahun 2022 berupa pembangunan panggung serbaguna/ panggung amphitheater. Pembangunan panggung Amphitheater  dimaksud bertujuan untuk penyediaan tempat serbaguna yaitu: penampilan kesenian, terutama kesenian tradisional dengan peserta anak-anak/ dewasa, Tari-tarian tradisional, seni musik akustik, area bermain anak-anak (engklek), dll, tempat kegiatan bersifat ceremonial, upacara adat/ tradisi, bisa juga untuk tempat foto rombongan/ komunitas, dan kegiatan lainnya. Adapun volume panggung tersebut adalah  8 x 18 meter. 

Berhubung panggung dimaksud telah ada sejak tahun 2022/ pasca pandemi Covid-19 lebih kurang sudah 4 tahun sehingga perlu dilaksanakan pengecatan ulang. Pengecatan ulang panggung amphitheater di Ekowisata Sungai Mudal bertujuan untuk mempercantik visual kawasan, menghadirkan suasana yang lebih segar, dan meningkatkan kenyamanan pengunjung saat menikmati pagelaran seni tradisional maupun acara lainnya yang diadakan di ruang terbuka tersebut. 

Kegiatan pengecatan ulang dilaksanakan oleh tim dibawah koordinator Sdr. Aris Sunarto dan Sdr. Sutimin, dimulai pada hari Selasa, 14 Juli 2026. Diawali dengan pengerjaan pembersihan area panggung dari dinding sisi depan panggung dan sisi belakang panggung dan lantai paving block 3 dimensi. Setelah kegiatan pembersihan area panggung selesai segera dilaksanakan pengecatan dinding panggung dan lantai paving block. 

Pengecatan dinding background panggung organisasi Ekowisata Sungai Mudal masih mempertahankan gambar ornamen motif batik Geblek Renteng, karena batik Geblek Renteng adalah motif batik khas Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, yang terinspirasi dari bentuk kue tradisional geblek (camilan kenyal berbentuk angka 8 khas Kulon Progo) yang disusun berjajar. Motif ini juga dipadukan dengan flora dan fauna yang melambangkan kekayaan alam setempat. Motif ini lahir dari Lomba Desain Motif Batik Khas Kulon Progo pada tahun 2012. Sejak saat itu, batik ini menjadi ikon kebanggaan daerah dan sering digunakan sebagai seragam wajib untuk instansi pemerintahan (PNS) serta pelajar dari tingkat TK hingga SMA di wilayah Kulon Progo. Dan akhir-akhir ini telah muncul dua motif batik khas Kulon Progo yang terbaru yaitu: Songsong Agung Ngambararum (untuk perkantoran)  dan Binangun Kertaraharja (untuk sekolah). Pertanyaan kita bagaimana dan kemana batik geblek renteng untuk selanjutnya??, dan sebaiknya jawaban pertanyaan ini cukup direnungkan di hati kita masing-masing. Intinya motif batik Geblek Renteng, Songsong Agung Ngambararum dan Binangun Kertaraharja adalah tiga motif batik yang dimiliki oleh Kulon Progo yang wajib kita lestarikan.

Terkait dengan panggung amphitheater bahwa perawatan rutin ini berfungsi sebagai pemeliharaan material panggung agar lebih tahan terhadap cuaca di area pegunungan.
Giat Pembersihan Area Panggung Amphitheater


Progress setelah giat pembersihan dan pengecatan akan dilaksanakan Kamis, 16 Juli 2026


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARGA PAKET MAKRAB, KEMPING,OUTBOUND & SEWA TEMPAT

MATA AIR MUDAL

BANTUAN BIBIT TANAMAN PANGAN SECARA SPONTANITAS KEPADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ESM