SOSIALISASI HEMAT AIR DAN PEMANFAATAN AIR SECARA BIJAK
Pada hari Jumat, 6 November 2026, pukul 08.00 - selesai, bertempat di pendopo Sekolah Sungai Mudal telah dilaksanakan sosialisasi Sustainable Development Goals (SDG 6) tentang hemat air dan pemanfaatan air secara bijak. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Fakultas Vokasi, Prodi D4 Pengelolaan Usaha Rekreasi, Kelompok 7 / Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan.
Mahasiswa yang melaksanakan Sosialisasi :
- Nabila Putri Ayu Cahyani
- Adinda Nur Hidayati
- Nadhifah Rizky Kurnia
- Rakha Farras Arafah
- Pengelola / Tenaga kerja Destinasi Wisata Ekowisata Sungai Mudal;
- Pedagang dan Pelaku UMKM;
- Tokoh Masyarakat;
- Perangkat Padukuhan
- Pamong Kalurahan.
Pada kesempatan hari ini, mahasiswa UNY kelompok 7 berbagi tentang air bersih dan sanitasi layak, yang merupakan salah satu tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG 6). Air merupakan daya tarik utama Wisata Sungai Mudal. Jika airnya jernih dan terjaga, wisatawan akan merasa nyaman untuk berkunjung, usaha masyarakat dapat ikut berkembang, dan Kalurahan Jatimulyo juga dapat merasakan manfaatnya. Oleh karena itu, mari kita belajar bersama mengenai cara menghemat dan memanfaatkan air dengan bijak.
Isi Sosialisasi :
- Mengapa Kita Perlu Menghemat Air?
Air bersih merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan sehari-hari dan keberlangsungan kegiatan wisata. Penggunaan air secara bijak membantu menjaga ketersediaan air, kebersihan lingkungan, kenyamanan pengunjung, serta keberlanjutan usaha wisata. Menghemat air bukan berarti mengurangi kebutuhan kebersihan, tetapi menggunakan air sesuai kebutuhan dan menghindari pemborosan. Air yang boros atau tercemar akan menambah biaya dan merusak keindahan wisata. Ini sejalan dengan SDG 6, yaitu air bersih dan sanitasi layak untuk semua.
2. Peran Pengelola Wisata.
Pengelola memiliki peran penting dalam menjaga penggunaan air di kawasan wisata. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Memeriksa keran, pipa, dan fasilitas toilet secara berkala untuk memastikan tidak ada kebocoran;
- Memasang poster imbauan hemat air di lokasi yang mudah dilihat;
- Menjaga kebersihan toilet dan menyediakan tempat sampah;
- Memantau penggunaan air agar tetap sesuai kebutuhan.
3. Peran Pekerja di Area Destinasi Wisata
Pekerja dapat membantu menghemat air melalui kebiasaan sederhana.
- Saat membersihkan area, gunakan sapu dan pel untuk bagian yang tidak memerlukan banyak air, sehingga tidak harus selalu menggunakan selang yang mengalir;
- Penyiraman tanaman dapat dilakukan pada pagi atau sore hari agar air tidak cepat menguap;
- Jika menemukan keran atau pipa bocor maupun air yang terlihat keruh, segera laporkan kepada pengelola;
- Pekerja juga dapat mengingatkan pengunjung untuk menggunakan air secukupnya.
4. Peran Pedagang dan Pelaku UMKM
Pedagang dan pelaku UMKM dapat menerapkan penggunaan air secara hemat ketika mencuci peralatan maupun bahan makanan.
- Salah satu cara sederhana adalah menggunakan sistem tiga ember, yaitu ember untuk mencuci dengan sabun, ember untuk membilas, dan ember untuk bilasan akhir.
- Air bilasan akhir yang masih layak dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman atau mengepel area yang sesuai.
- Air bekas mencuci sayuran juga dapat digunakan untuk menyiram tanaman apabila kondisinya masih layak.
- Selain itu, air hujan dapat ditampung untuk kebutuhan nonkonsumsi, seperti membersihkan area. Pedagang tidak membuang minyak, sisa makanan, atau air bersabun langsung ke sungai maupun saluran yang terhubung ke sungai. Sampah dan limbah perlu dikelola dengan baik agar tidak mencemari sumber air.
5. Kebiasaan Sederhana yang Dapat Dilakukan Bersama
Mulailah dari kebiasaan sehari-hari, seperti menutup keran setelah digunakan, menggunakan air secukupnya saat mencuci, memanfaatkan kembali air yang masih layak untuk keperluan nonkonsumsi seperti air bekas cucian sayur dan bilasan bisa dipakai lagi untuk tanaman, dan air hujan untuk membersihkan area, serta segera melaporkan kebocoran. Hindari membuang sampah, minyak, dan limbah sabun ke sungai. Jika dilakukan bersama-sama, kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menjaga kebersihan dan kelestarian air di kawasan Wisata Sungai Mudal.
Pada penutup sosialisasi pemateri menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
Dengan harapan agar Bapak/Ibu tokoh masyarakat, perangkat pedukuhan, pamong kalurahan, pengelola, dan pedagang, dari kegiatan sosialisasi ini dapat dipahami bahwa menjaga air bukan hanya tanggung jawab pengelola, tetapi juga tanggung jawab pekerja, pedagang, masyarakat, dan seluruh pengunjung.
Bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menutup keran setelah digunakan, menggunakan air secukupnya, melaporkan kebocoran, serta tidak membuang sampah dan limbah ke sungai. Harapan dari pemateri, informasi yang telah disampaikan dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari sehingga kebersihan dan ketersediaan air di Ekowisata Sungai Mudal tetap terjaga. Air yang kita hemat hari ini merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.
Sebagai bentuk ajakan dan pengingat, mahasiswa juga menyerahkan poster dan brosur mengenai hemat air dan pemanfaatan air secara bijak. Dengan media tersebut dapat membantu mengingatkan kita semua untuk terus menjaga air.
Demikian materi sosialisasi semoga peserta sosialisasi dapat memahami hal-hal yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan air secara bijak.
“Setetes Air Berarti, Mari Jaga Bersama”

Komentar
Posting Komentar
Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas