BANTUAN BIBIT TANAMAN PANGAN SECARA SPONTANITAS KEPADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ESM

Gambar
Organisasi Ekowisata Sungai Mudal secara spontanitas menyalurkan bantuan bibit tanaman pangan kepada masyarakat di lingkungan ESM yang secara kebetulan membutuhkan bibit tanaman pangan. Pada awalnya  program bansos yang telah disepakati di organisasi berupa: Bantuan Sosial bertepatan pada bulan suci Ramadhan, Bantuan sosial berupa pembangunan Sarpras bertepatan dengan Harlah Organisasi Tgl 28 Februari, dan Bansos yang sifatnya temporer (apabila anggota masyarakat di sekitar ESM ada yang menderita sakit, Program bantuan RTLH, dll) Dalam rencana organisasi ESM akan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar ESM, mengenai kebutuhan bibit tanaman pangan dan tanaman konservasi, yang akan disalurkan ketika musim hujan tiba. Dari sosialisasi tersebut akan dimiliki data  bibit tanaman pangan dan konservasi yang dibutuhkan masyarakat. Bantuan bibit secara spontanitas tersebut merupakan ide organisasi ESM agar, masyarakat sekitar bisa tercukupi akan kebutuhan sayur mayur dan tanaman pang

SEKOLAH SUNGAI

SEKOLAH SUNGAI DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Embryo kegiatan Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal sudah dilaksanakan sejak Tanggal 28 Februari 2015, bertepatan dengan kegiatan kerja bakti kebersihan sungai mudal dengan tujuan :
1. Kepedulian masyarakat yang tinggal di lingkungan bantaran sungai Mudal setelah berdirinya 2 tempat wisata di bawah bantaran Sungai Mudal, agar bantaran sungai selalu keadaan bersih dari sampah organik dan sampah anorganik.
2. Kesadaran masyarakat STOP BABS di sepanjang bantaran Sungai Mudal.
3. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di bantaran Sungai Mudal.

Setelah bantaran Sungai Mudal menjadi bersih dan bebas dari sampah anorganik timbul keinginan masyarakat untuk mengelola bantaran sungai dan sekitarnya menjadi tempat wisata. Atas kesepakatan masyarakat di forum rapat tempat wisata tersebut diberi nama Taman Sungai Mudal. 
Setelah kegiatan wisata berjalan satu tahun. Taman Sungai Mudal mendapat kepercayaan dari PT. PLN (persero) menjadi tempat wisata binaannya dan  menerima dana Bina Lingkungan/ CSR. Dan sesuai kesepakatan nama Ekowisata Taman Sungai Mudal diganti menjadi Ekowisata Sungai Mudal. Dengan pergantian nama tersebut tujuannya agar tempat wisata ini berpegang teguh pada prinsip-prinsip Ekowisata.

Prinsip Ekowisata 

Prinsip Ekowisata merupakan berbagai prinsip yang mengatur untuk menyatukan konservasi lingkungan hidup, pengembangan masyarakat dan wisata berkelanjutan berjalan seiringan. Hal ini berarti bahwa para pihak yang melaksanakan berpartisipasi dalam ekoturisme harus menjalankan kriteria dan prinsip tersebut. Prinsip Ekowisata adalah sebagai berikut :
1. Meminimalkan dampak fisik,sosial, perilaku dan psikologis;
2. Membangun kesadaran lingkungan, budaya dan rasa hormat;
3. Memberikan pengalaman positif bagi para pengunjung dan tuan rumah;
4. Memberikan manfaat keuangan langsung bagi konservasi atau  pelestarian lingkungan hidup;
5. Menghasilkan keuntungan finansial bagi masyarakat lokal dan industri swasta yang terlibat;
6. Memberikan pengalaman interpretatif yang mengesankan bagi pengunjung untuk meningkatkan
    sensitivitas terhadap iklim politik, lingkungan, sosial tempat tujuan wisata;
7. Membangun, mengoperasikanfasilitas atau infrastruktur dengan menimalkan dampak lingkungan,
    dan
8. Mengakui hak-hak keyakinan spiritual komunitas adat dan memberdayakan mereka.

Tujuan Ekowisata Sungai Mudal  
Organisasi   mempunyai tujuan Ekowisata Sungai Mudal  menghimpun potensi yang ada bersama-sama mengupayakan kesejahteraan anggota dalam mendukung program pembangunan pariwisata berbasis pelestarian lingkungan, berperan serta dalam penerapan Sapta Pesona dan untuk mengembangkan kesadaran dan partisipasai masyarakat terhadap pariwisata.


1.
Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan kepariwisataan, serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan kepariwisataan di Kabupaten Kulon Progo.
2.
Membangun dan menumbuhkembangkan konservasi alam di lingkungan Ekowisata  Sungai Mudal dengan spesifikasi khusus yaitu penyelematan mata air, konservasi tanaman konservasi,  pakis / paku-pakuan , dan anggrek yang akan menjadi ikon wisata.
3.
Membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di daerah dan manfaatnya bagi pembangunan desa maupun kesejahteraan masyarakat.
4.
Memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di Ekowisata  Sungai Mudal.
5.
Menjalin informasi dan komunikasi antar tempat wisata lainnya.

VISI

Sebagaimana telah dirumuskan dan disepakati bersama dengan melibatkan seluruh eksponen Pengelola Ekowisata  Sungai  Mudal, visi Ekowisata  Sungai Mudal  adalah :

"Terwujudnya Ekowisata Sungai Mudal dengan Lingkungan Yang Hijau, Udara Bersih, Air Sehat dan Indah Sebagai Pendukung Kehidupan Di Desa Jatimulyo Melalui Peran Serta Masyarakat, Pemerhati Lingkungan dan Pemerintah’’

Lingkungan Yang Hijau .
Yaitu suatu kondisi dimana suatu lingkungan yang memberikan kenyamanan, kesejukan dan kedamaian. Lingkungan Hijau merupakan salah satu Jantung kehidupan masyarakat oleh sebab itu Lingkungan hijau perlu ditata dan dilestarikan apa bila ingin hidup sehat.

Udara Bersih.
Dengan lingkungan yang hijau, lingkungan yang bersih dan pencemaran lingkungan terjaga, maka akan didapat udara yang bersih. Oleh sebab itu udara harus di jaga  secara dini  jangan sampai terjadi pencemaran yang dapat mengakibatkan penyakit saluran pernapasan. Oleh sebab itu biarkanlah udara tetap bersih dan kalau ingin hidup sehat.

Air Sehat.
Air merupakan sumber dari semua sumber kehidupan, baik itu manusia, hewan dan tanaman, hampir setiap waktu tidak lepas dari air, untuk kebutuhan hidup sehari-sehari. Tanpa air manusia, ternak dan tanaman tidak akan hidup. Oleh sebab itu sumber-sumber air  yang ada perlu dijaga dari pencemaran dan tetap dijaga kelestariannya agar air tetap bersih dan sehat untuk dikonsumsi.

Indah.
Indah merupakan salah satu kata baku yang sering diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan, Sesuatu akan kelihatan indah apa bila diatur dan ditata sedemikian rupa sehingga kelihatan rapi dan indah, oleh sebab itu, supaya lingkungan tetap kelihatan rapi dan indah maka jagalah kelestarian lingkungan agar tetap kelihatan indah dan alami.


MISI

Dengan kesadaran bahwa visi merupakan keinginan ideal dan pencapaiannya bersifat jangka panjang, maka untuk merealisasikannya diperlukan misi. Adapun misi  Ekowisata  Sungai Mudal  sebagai berikut :
a.    Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan Visi Ekowisata Sungai 
     Mudal.
b.    Meningkatkan dan Mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, indah dan lestari.
c.    Meningkatkan Pengendalian terhadap Pencemaran dan Perusakan Lingkungan melalui 
     pembinaan dan koordinasi untuk pelestarian Lingkungan Hidup.

Dilihat dari Tujuan Organisasi, Visi dan Misi  Organisasi bahwa ekowisata Sungai Mudal dalam mengembangkan tempat wisata berpegang teguh pada prinsip "TEMPAT WISATA BERWAWASAN LINGKUNGAN"
Bagaimana masyarakat bisa menterjemahkan kegunaan dan manfaat sumber air / air untuk menunjang kehidupan. 
Contoh : 
1. Air untuk kepentingan irigasi.
2. Air untuk sumber minum / air bersih.
3. Air untuk budidaya perikanan air tawar.
4. Air untuk sarana olahraga (kolam renang)
5. Air untuk sarana dan prasarana pariwisata.
6. Air untuk pembangkit listrik picohidro.
Dengan banyaknya kegunaan / manfaat air perlu kepedulian masyarakat untuk mengelola sumber air dan sarana penunjang dengan sebaik-baiknya.

Sekolah Sungai Di Ekowisata Sungai Mudal dengan harapan akan kian jauh menjangkau pelosok dengan jumlah partisipan pemerhati sungai yang semakin bertambah. Karenanya, kami menyampaikan beberapa hal penting terkait konsep dasar Sekolah Sungai yang dapat dikembangkan bersama, sebagai berikut:
1. OTONOM
Masing-masing peserta Sekolah Sungai bebas mengembangkan, baik dari aspek managemen maupun kurikulum. Harapannya ada lembaga atau komunitas pemerhati lingkungan yang dapat membantu memberikan referensi modul dan model pelaksanaan Sekolah Sungai.
2. INFORMAL
Sekolah Sungai dikerjakan dan diprakarsai komunitas atau penggiat sungai manapun yg tidak atau belum terkait dengan sistem pendidikan formal.
3. FLEKSIBEL
Kurikulum dan pola atau metode pelaksanaan Sekolah Sungai sangat adaptif dengan kondisi pada lokasi atau daerah masing-masing. Bisa dilaksakan temporal atau menerus, dapat di ruang kelas atau di alam  terbuka pinggir sungai, dapat memakai buku-buku atau modul pegangan atau hanya sekedar alat tulis biasa dan catatan- catatan poin penting
Pengajar dapat berasal dari penggiat komunitas atau dari LSM dan  birokrat (Dinas Lingkungan hidup), akademisi, guru di sekolah dll.
4. DEMOKRATIS
Segala sesuatu dimusyawarahkan dengan peserta didik baik mata pelajaran atau metode pengajaran. Tidak ada paksaan, tebuka, humanis, solider, kekeluargaan, gotong royong dan membangun motivasi dan inspirasi.
5. BEREFEK 
Sebaiknya ada praktek langsung untuk Gerakan Restorasi Sungai, sehingga sungai menjadi bersih, sehat, aman, lestari, produktif dan bermanfaar bagi semua.
Pada setiap pelaksanaan Sekolah Sungai untuk selalu memperhatikan kebiasaan lokal atau budaya lokal.
6.KONSISTEN
Sekolah Sungai konsisten dalam gerakan dan aksinya serta tidak surut semangat dan aktivitasnya.
7. ADAPTIF
Dalam menerima perubahan situasi dan kondisi kekinian dari dinamika perubahan kebijakan pengelolaan sungai, Sekolah Sungai harus bisa beradaptasi.
8. SINERGIS
Sekolah sungai dapat menjadi katalis sinergi dengan  Media.
9. PARTISIPATIF
Sebanyak-banyak mengajak semua beraksi bersama dan memahami kebutuhan yang bottom up bukan top down.
10. INFORMATIF
Sekolah Sungai harus menjadi sentra informasi tentang lingkungan hidup (sungai sebagai bagiannya)
11. KEKELUARGAAN

Tidak ada dosen, pejabat, orang pintar, orang bodoh, kaya, miskin. Yang ada saling memberi dan menerima, dengan target sungai harus steril dari sampah dan polutan, sehingga layak mendukung kehidupan karena sungai bagaikan nadi kehidupan yang akan terus lestari dalam fungsinya tadi.


Rencana Kurikulum Sekolah Sungai

Kurikulum Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal  dikembangkan dengan konsep berbasis komunitas dan kondisi setempat. Artinya, para fasilitator adalah warga masyarakat dan digali dari kondisi fisik serta sosial budaya yang ada di Kawasan Sungai Mudal. Para fasilitator adalah para pelaku langsung kegiatan yang mereka berikan dalam mata pelajaran. Pendidikan lingkungan dilandasi pemikiran    Manusia dan lingkungan menyatu dalam perjumpaan yang aktif; manusia menggunakan seluruh pancaindra (multi-indrawi) dan intelektualitas untuk mendekati dan mengenali lingkungan, khususnya sungai.


Isi mata pelajaran adalah pengalaman komunitas (individual atau kelompok) yang diperoleh selama mengembangkan kawasan dan dianggap bermanfaat bagi komunitas internal maupun eksternal. Selain pengalaman, kurikulum juga mengemas berbagai pengetahuan yang berhasil diperoleh di Area Sungai Mudal  secara historis maupun secara empiris dalam proses penataan kawasan. Semua pengetahuan, pengalaman dan berbagai ketrampilan komunitas Sungai Mudal  dikumpulkan dan dikemas serta disajikan menjadi bahan dan isi kegiatan dalam penerimaan kunjungan para tamu yang datang. Melalui proses diskusi yang intensif Tim Sekolah Sungai  telah berhasil disusun rencana Kurikulum  Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal  dengan pemerincian mengikuti pola sebagai berikut di bawah ini : 




Ada dua kelompok besar isi kurikulum, yaitu (1) Pemberdayaan Komunitas dan (2) Pengetahuan dan Dokumentasi Sungai. Dua kelompok tersebut dikelola oleh dua kategori warga yaitu kelompok orang tua dan dewasa, dan kelompok anak-anak dan remaja. Pengalaman menunjukkan, kelompok orang tua dan dewasa berperan penting dalam pemberdayaaan dan penataan kawasan yang telah dicapai hingga saat ini. Artinya mereka layak menjadi “narasumber” lokal terkait tema Pemberdayaan Komunitas Tepian Sungai. Semua pengalaman dan pengetahuan mereka bersifat unik dan dikemas menjadi bahan belajar yang bernilai tinggi.
Kelompok anak-anak dan remaja selama ini belum muncul peran khususnya, namun dilandasi gagasan bahwa masa depan sungai dan kawasan adalah di tangan mereka, maka sangat strategis apabila mereka juga dilibatkan dalam program sekolah sungai. Artinya, mereka diajak mengenali berbagai hal dalam kehidupan di tepian sungai lalu terbentuk pengetahuan dan pengalaman serta ketrampilan dalam proses tersebut. Dengan demikian, anak-anak dan remaja terlibat dalam kehidupan kampung tepian sungai sebagai pelaku aktif, dinamis dan kreatif karena mengenali ekosistem dan lingkungan alamiah wadah hidup mereka. Mereka diajak mengenali dengan cara mendokumentasikan fenomena kawasan tepian sungai, baik ruang ekologis, flora dan fauna serta berbagai kehidupan dan perilaku gaya hidup masyarakat di dalamnya. Pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan mereka kemudian dikumpulkan dan dikemas  menjadi bahan kegiatan dan layak ditularkan kepada komunitas yang datang (wisatawan) dalam kegiatan wisata berbagi pengalaman di Lingkungan Sungai Mudal.


Berbasis komunitas menjadi jalan yang tepat untuk melibatkan semua warga Lingkungan Sungai Mudal, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan para orang tua. Konsep berbasis komunitas menjadi payung penting dalam berbagai hal di Kawasan Sungai Mudal dan sekitarnya. Sekolah Sungai Berbasis Komunitas mencipyakan fondasi penting agar warga dari segala lapisan atau kelompok memiliki keterkaitan emosional, fungsional dan perilaku ekologis terhadap sungai. Perubahan paradigma hidup di tepi sungai sebagai anugerah menjadi perlu dan penting diperjuangkan, sebab fenomena tinggal di kawasan tepi sungai merupakan cara hidup yang bermartabat pula.



Mindset masyarakat harus selalu dibangun positif tentang hidup di tepian sungai. Oleh karenanya, pola kelompok mata kegiatan pada Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal dirancang terdiri atas 2 kelompok besar, yaitu: 
(1) kelompok yang melibatkan para orang tua , Intstruktur dan lembaga lokal, dan 
(2) kelompok yang melibatkan anak-anak dan remaja. Artinya tim pembuatan kurikulum sadar bahwa peran semua lapisan warga masyarakat Kawasan Sungai Mudal sangat penting dan strategis. Anak-anak, remaja dan para orang dewasa serta orang tua memiliki tempat dan peran masing-masing yang sangat penting. Hasil diskusi tim pengembangan lingkungan Sungai Mudal  disajikan pada tabel di berikut ini:

tabel 1. Kelompok Mata Kegiatan Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal

No.
Kelompok Mata Kegiatan
Fasilitator
1
Pemberdayaan Masyarakat
Instruktur, Relawan, Orang Tua
2
  Ekonomi Kreatif
Instruktur, Relawan, Orang Tua
3
Pengembangan Kesehatan
Instruktur, Relawan, Orang Tua
4
  Pengetahuan Sungai
Instruktur, Komunitas Sekolah Sungai
5
Dokumentasi & Publikasi
Komunitas Sekolah Sungai

Remaja dan anak-anak direncanakan ditugasi untuk mengelola kegiatan tentang Pengetahuan Sungai dilandasi maksud bahwa pengetahuan tentang sungai Mudal  harus dikembangkan di kalangan anak-anak dan remaja di lingkungan Sungai Mudal. Pengetahuan menjadi dasar mengenal mendalam dan menunjukkan relasi kognitif anak-anak dan remaja dengan sungai Mudal sebagai bagian penting dalam kehidupan mereka. Mereka harus mengenali berbagai hal tentang sungai Mudal, pada aspek ekologi, flora dan fauna, serta kondisi fisik yang ada di dalamnya. Pengetahuan tentang ekosistem sungai Mudal  akan membangun relasi erat manusia dan sungai, sehingga terbangun ikatan emosional warga dengan sungai dan akhirnya akan berperilaku positif terhadap sungai.

Pengetahuan mereka diperoleh melalui pengalaman empiris, diterima melalui proses bergaul sendiri dengan Sungai Mudal  maupun mendapat pengetahuan dari para orang tua mereka. Mereka mendapat pengetahuan tentang masa lalu Sungai Mudal  dari generasi pendahulu dan mendapat pengetahuan terkini lewat pengalaman empiris jelajah sungai yang mereka lakukan. Semua pengetahuan tersebut disimpan dalam memori dan disimpan dalam file elektronik yang siap dibagikan kepada para tamu yang datang.


tabel 2. Rencana Mata Kegiatan Kelompok Pengetahuan Sungai pada Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal

KELOMPOK PENGETAHUAN SUNGAI
No
Mata Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
1
Mengenal dan Mencintai Sungai
Pengetahuan dan ketrampilan mengenali keunikan Sungai  Mudal sebagai ekologi, habitat dan aset kawasan.
2
Flora dan Fauna Sungai
Pengetahuan secara detil tentang keragaman hayati berupa kekayaan flora dan fauna kawasan Sungai Mudal.
(1) Biota Air Asli Sungai Mudal dan Pelestariannya;
(2) Tanaman / Pohon Asli Desa Jatimulyo dan Pelestariannya;
(3) Binatang (fauna) Asli Desa Jatimulyo dan pelestariannya;
(4) Penanganan Pertama gigitan/sengatan hewan berbisa;
(5) Jenis Anggrek Lokal dan Pelestariannya.
3
Even dan Festival Sungai
Pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan sehat, kreatif dan inovatif di bantaran Sungai Mudal (Jumat Sehat, Sabtu Hijau, Ahad Tetap Semangat).
4
Pemetaan Potensi dan Permasalahan Sungai
Pengetahuan tentang proses dan hasil pemetaan potensi dan permasalahan.
(1) Potensi
*Sarana Air Minum Masyarakat;
*Irigasi Tanaman Perkebunan;
*Usaha Perikanan;
*PLT Picohidro
*Wisata Tirta (Pemandian Alami, Wahana, Taman Sungai dll;
*Sarana Olahraga (Kolam Renang) dll

(2) Permasalahan
*Sampah Organik ;
*Sampah Anorganik, (plastik, styrofoam, kaca, kertas dll;
*Rawan Longsor;
*Pemanfaatan Air kurang Bijak;
*Rawan Banjir;
*Penangkapan Ikan dengan Racun alami & Strum;
*Restocking yang salah penerapan .
5
Perpustakaan Sekolah Sungai
Pengetahuan dan ketrampilan mengelola RUBELMAS (Rumah Belajar  Masyarakat) sebagai perpustakaan komunal dan ruang belajar masyarakat.
(1) Buku-buku Pengetahuan Pelestarian Lingkungan Hidup;
(2) Buku-buku Teknologi Tepat Guna;
(3) Buku-buku Pertanian;
(4) Buku-buku Perikanan;
(5) Bangunan Perpustakaan;
(6) Almari / Rak Buku
(7) Sound System untuk Pembelajaran;
(8) Proyektor untuk Pembelajaran.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANGGARAN RUMAH TANGGA ORGANISASI ESM

HARGA PAKET MAKRAB, KEMPING,OUTBOUND & SEWA TEMPAT

PEMBANGUNAN GAPURA PINTU MASUK