SEKOLAH SUNGAI
SEKOLAH SUNGAI DI DESTINASI WISATA EKOWISATA SUNGAI MUDAL
Embryo kegiatan Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal sudah dilaksanakan sejak Tanggal 28 Februari 2015, bertepatan dengan kegiatan kerja bakti kebersihan sungai mudal dengan tujuan :
- Kepedulian masyarakat yang tinggal di lingkungan bantaran sungai Mudal setelah berdirinya 2 tempat wisata di bawah bantaran Sungai Mudal, agar bantaran sungai selalu keadaan bersih dari sampah organik dan sampah anorganik.
- Kesadaran masyarakat STOP BABS di sepanjang bantaran Sungai Mudal.
- Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di bantaran Sungai Mudal.
Setelah bantaran Sungai Mudal menjadi bersih dan bebas dari sampah anorganik timbul keinginan masyarakat untuk mengelola bantaran sungai dan sekitarnya menjadi tempat wisata. Atas kesepakatan masyarakat di forum rapat tempat wisata tersebut diberi nama Taman Sungai Mudal.
Setelah kegiatan wisata berjalan satu tahun. Taman Sungai Mudal mendapat kepercayaan dari PT. PLN (persero) menjadi tempat wisata binaannya dan menerima dana Bina Lingkungan/ CSR. Dan sesuai kesepakatan nama Ekowisata Taman Sungai Mudal diganti menjadi Ekowisata Sungai Mudal. Dengan pergantian nama tersebut tujuannya agar tempat wisata ini berpegang teguh pada prinsip-prinsip Ekowisata.
Penerapan Prinsip Ekowisata
Prinsip Ekowisata merupakan berbagai prinsip yang mengatur untuk menyatukan Prinsip konservasi lingkungan hidup, Prinsip partisipasi masyarakat, Prinsip Ekonomi Pariwisata, Prinsip Edukasi / Pembelajaran dan Prinsip Preservasi Budaya dan Kearifan Lokal. Dari 5 Prinsip Ekowisata itu merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah yaitu pembangunan pariwisata berkelanjutan. Hal ini berarti bahwa para pihak yang melaksanakan berpartisipasi dalam ekoturisme harus menjalankan kriteria dan prinsip tersebut. Adapun penerapan Prinsip Ekowisata adalah sebagai berikut :
Prinsip Ekowisata merupakan berbagai prinsip yang mengatur untuk menyatukan Prinsip konservasi lingkungan hidup, Prinsip partisipasi masyarakat, Prinsip Ekonomi Pariwisata, Prinsip Edukasi / Pembelajaran dan Prinsip Preservasi Budaya dan Kearifan Lokal. Dari 5 Prinsip Ekowisata itu merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah yaitu pembangunan pariwisata berkelanjutan. Hal ini berarti bahwa para pihak yang melaksanakan berpartisipasi dalam ekoturisme harus menjalankan kriteria dan prinsip tersebut. Adapun penerapan Prinsip Ekowisata adalah sebagai berikut :
- Meminimalkan dampak fisik,sosial, perilaku dan psikologis;
- Membangun kesadaran lingkungan, budaya dan rasa hormat;
- Memberikan pengalaman positif bagi para pengunjung dan tuan rumah;
- Memberikan manfaat keuangan langsung bagi konservasi atau pelestarian lingkungan hidup;
- Menghasilkan keuntungan finansial bagi masyarakat lokal dan industri swasta yang terlibat;
- Memberikan pengalaman interpretatif yang mengesankan bagi pengunjung untuk meningkatkan sensitivitas terhadap iklim politik, lingkungan, sosial tempat tujuan wisata;
- Membangun, mengoperasikanfasilitas atau infrastruktur dengan menimalkan dampak lingkungan,dan
- Mengakui hak-hak keyakinan spiritual komunitas adat dan memberdayakan mereka.
Tujuan Ekowisata Sungai Mudal
Organisasi mempunyai tujuan Ekowisata Sungai Mudal menghimpun potensi yang ada bersama-sama mengupayakan kesejahteraan anggota dalam mendukung program pembangunan pariwisata berbasis pelestarian lingkungan, berperan serta dalam penerapan Sapta Pesona dan untuk mengembangkan kesadaran dan partisipasai masyarakat terhadap pariwisata.
1.
|
Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan kepariwisataan, serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan kepariwisataan di Kabupaten Kulon Progo.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.
|
Membangun dan menumbuhkembangkan konservasi alam di lingkungan Ekowisata Sungai Mudal dengan spesifikasi khusus yaitu penyelematan mata air, konservasi tanaman konservasi, pakis / paku-pakuan , dan anggrek yang akan menjadi ikon wisata.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3.
|
Membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di daerah dan manfaatnya bagi pembangunan desa maupun kesejahteraan masyarakat.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
4.
|
Memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di Ekowisata Sungai Mudal.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
5.
|
Menjalin informasi dan komunikasi antar tempat wisata lainnya.
VISI
Sebagaimana telah dirumuskan dan
disepakati bersama dengan melibatkan seluruh eksponen Pengelola Ekowisata Sungai
Mudal, visi Ekowisata Sungai
Mudal adalah :
"Terwujudnya Ekowisata Sungai Mudal
dengan Lingkungan Yang Hijau, Udara Bersih, Air Sehat dan Indah Sebagai
Pendukung Kehidupan Di Desa Jatimulyo Melalui Peran Serta Masyarakat, Pemerhati
Lingkungan dan Pemerintah’’
Lingkungan Yang Hijau
.
Yaitu suatu kondisi dimana suatu lingkungan
yang memberikan kenyamanan, kesejukan dan kedamaian. Lingkungan Hijau merupakan
salah satu Jantung kehidupan masyarakat oleh sebab itu Lingkungan hijau perlu
ditata dan dilestarikan apa bila ingin hidup sehat.
Udara Bersih.
Dengan lingkungan yang hijau, lingkungan
yang bersih dan pencemaran lingkungan terjaga, maka akan didapat udara yang
bersih. Oleh sebab itu udara harus di jaga secara dini jangan sampai terjadi pencemaran yang dapat
mengakibatkan penyakit saluran pernapasan. Oleh sebab itu biarkanlah udara
tetap bersih dan kalau ingin hidup sehat.
Air Sehat.
Air merupakan sumber dari semua sumber
kehidupan, baik itu manusia, hewan dan tanaman, hampir setiap waktu tidak lepas
dari air, untuk kebutuhan hidup sehari-sehari. Tanpa air manusia, ternak dan
tanaman tidak akan hidup. Oleh sebab itu sumber-sumber air yang ada perlu dijaga dari pencemaran dan
tetap dijaga kelestariannya agar air tetap bersih dan sehat untuk dikonsumsi.
Indah.
Indah merupakan salah satu kata baku
yang sering diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan, Sesuatu akan kelihatan
indah apa bila diatur dan ditata sedemikian rupa sehingga kelihatan rapi dan
indah, oleh sebab itu, supaya lingkungan tetap kelihatan rapi dan indah maka
jagalah kelestarian lingkungan agar tetap kelihatan indah dan alami.
MISI
Dengan kesadaran bahwa visi merupakan
keinginan ideal dan pencapaiannya bersifat jangka panjang, maka untuk
merealisasikannya diperlukan misi. Adapun misi
Ekowisata Sungai Mudal sebagai berikut :
Dilihat dari Tujuan Organisasi, Visi dan Misi Organisasi bahwa ekowisata Sungai Mudal dalam mengembangkan tempat wisata berpegang teguh pada prinsip "TEMPAT WISATA BERWAWASAN LINGKUNGAN"
Bagaimana masyarakat bisa menterjemahkan kegunaan dan manfaat sumber air / air untuk menunjang kehidupan.
Contoh :
Dengan banyaknya kegunaan / manfaat air perlu kepedulian masyarakat untuk mengelola sumber air dan sarana penunjang dengan sebaik-baiknya.
Sekolah Sungai Di Ekowisata Sungai Mudal dengan
harapan akan kian jauh menjangkau pelosok dengan jumlah partisipan pemerhati
sungai yang semakin bertambah. Karenanya, kami menyampaikan beberapa hal
penting terkait konsep dasar Sekolah Sungai yang dapat dikembangkan
bersama, sebagai berikut:
1. OTONOM
Masing-masing peserta Sekolah Sungai bebas
mengembangkan, baik dari aspek managemen maupun kurikulum. Harapannya ada lembaga atau komunitas pemerhati lingkungan yang dapat membantu memberikan referensi modul dan model pelaksanaan Sekolah
Sungai.
2. INFORMAL
Sekolah Sungai dikerjakan dan diprakarsai komunitas atau
penggiat sungai manapun yg tidak atau belum terkait dengan sistem pendidikan
formal.
3. FLEKSIBEL
Kurikulum dan pola atau metode pelaksanaan Sekolah
Sungai sangat adaptif dengan kondisi pada lokasi atau daerah masing-masing.
Bisa dilaksakan temporal atau menerus, dapat di ruang kelas atau di alam terbuka pinggir sungai, dapat memakai buku-buku atau modul pegangan atau hanya
sekedar alat tulis biasa dan catatan- catatan poin penting
Pengajar dapat berasal dari penggiat komunitas atau
dari LSM dan birokrat (Dinas Lingkungan hidup), akademisi, guru di sekolah dll.
4. DEMOKRATIS
Segala sesuatu dimusyawarahkan dengan peserta didik
baik mata pelajaran atau metode pengajaran. Tidak ada paksaan, tebuka, humanis,
solider, kekeluargaan, gotong royong dan membangun motivasi dan inspirasi.
5. BEREFEK
Sebaiknya ada praktek langsung untuk Gerakan
Restorasi Sungai, sehingga sungai menjadi bersih, sehat, aman, lestari,
produktif dan bermanfaar bagi semua.
Pada setiap pelaksanaan Sekolah Sungai untuk selalu
memperhatikan kebiasaan lokal atau budaya lokal.
6.KONSISTEN
Sekolah Sungai konsisten dalam gerakan dan aksinya
serta tidak surut semangat dan aktivitasnya.
7. ADAPTIF
Dalam menerima perubahan situasi dan kondisi kekinian
dari dinamika perubahan kebijakan pengelolaan sungai, Sekolah Sungai harus bisa
beradaptasi.
8. SINERGIS
Sekolah sungai dapat menjadi katalis sinergi dengan Media.
9. PARTISIPATIF
Sebanyak-banyak mengajak semua beraksi bersama dan
memahami kebutuhan yang bottom up bukan top down.
10. INFORMATIF
Sekolah Sungai harus menjadi sentra informasi tentang
lingkungan hidup (sungai sebagai bagiannya)
11. KEKELUARGAAN
Tidak ada dosen, pejabat, orang pintar, orang bodoh,
kaya, miskin. Yang ada saling memberi dan menerima, dengan target sungai harus
steril dari sampah dan polutan, sehingga layak mendukung kehidupan karena
sungai bagaikan nadi kehidupan yang akan terus lestari dalam fungsinya tadi.
Rencana Kurikulum Sekolah Sungai
Kurikulum Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal dikembangkan dengan konsep
berbasis komunitas dan kondisi setempat.
Artinya, para fasilitator adalah warga masyarakat dan digali dari kondisi fisik
serta sosial budaya yang ada di Kawasan Sungai Mudal.
Para fasilitator adalah para pelaku
langsung kegiatan yang mereka
berikan dalam mata pelajaran.
Pendidikan lingkungan
dilandasi pemikiran “ Manusia dan lingkungan
menyatu dalam perjumpaan yang aktif; manusia menggunakan seluruh pancaindra (multi-indrawi) dan
intelektualitas untuk mendekati dan mengenali lingkungan, khususnya sungai”.
Isi mata pelajaran adalah pengalaman komunitas (individual atau kelompok) yang diperoleh selama mengembangkan kawasan dan dianggap bermanfaat bagi komunitas internal maupun eksternal. Selain pengalaman,
kurikulum juga mengemas
berbagai pengetahuan yang
berhasil diperoleh di Area Sungai Mudal secara historis maupun secara
empiris dalam proses penataan kawasan. Semua
pengetahuan, pengalaman dan berbagai ketrampilan komunitas Sungai Mudal dikumpulkan dan dikemas
serta disajikan menjadi bahan
dan isi kegiatan dalam
penerimaan kunjungan para tamu yang
datang. Melalui proses diskusi yang intensif Tim Sekolah Sungai telah berhasil disusun rencana
Kurikulum Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal dengan pemerincian mengikuti pola sebagai berikut di
bawah ini :
Ada dua kelompok besar isi kurikulum, yaitu (1) Pemberdayaan Komunitas dan (2) Pengetahuan
dan Dokumentasi Sungai. Dua kelompok
tersebut dikelola oleh dua kategori
warga yaitu kelompok orang tua dan dewasa,
dan kelompok anak-anak dan remaja. Pengalaman menunjukkan, kelompok orang tua dan dewasa
berperan penting dalam pemberdayaaan dan penataan kawasan
yang telah dicapai hingga saat ini. Artinya mereka layak menjadi “narasumber” lokal terkait tema Pemberdayaan
Komunitas Tepian Sungai. Semua pengalaman
dan pengetahuan mereka bersifat unik dan dikemas menjadi
bahan belajar yang bernilai tinggi.
Kelompok anak-anak dan remaja selama ini belum
muncul peran khususnya, namun dilandasi gagasan
bahwa masa depan
sungai dan kawasan adalah
di tangan mereka, maka sangat strategis apabila mereka juga dilibatkan
dalam program sekolah sungai. Artinya, mereka diajak mengenali berbagai hal dalam kehidupan di tepian sungai lalu terbentuk pengetahuan dan pengalaman
serta ketrampilan dalam proses tersebut. Dengan
demikian, anak-anak dan remaja
terlibat dalam kehidupan
kampung tepian sungai sebagai pelaku aktif, dinamis dan kreatif
karena mengenali ekosistem dan lingkungan
alamiah wadah hidup mereka. Mereka
diajak mengenali dengan cara
mendokumentasikan fenomena kawasan
tepian sungai, baik ruang
ekologis, flora dan fauna
serta berbagai kehidupan dan perilaku gaya hidup masyarakat di
dalamnya. Pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan mereka kemudian dikumpulkan
dan dikemas menjadi bahan kegiatan dan
layak ditularkan kepada komunitas yang datang (wisatawan) dalam kegiatan wisata berbagi
pengalaman di Lingkungan
Sungai Mudal.
Berbasis komunitas menjadi
jalan yang tepat untuk melibatkan semua warga Lingkungan Sungai Mudal, mulai dari
anak-anak, remaja,
dewasa dan para orang tua. Konsep
berbasis komunitas menjadi payung penting
dalam berbagai hal di
Kawasan Sungai Mudal dan sekitarnya. Sekolah Sungai Berbasis Komunitas mencipyakan fondasi penting agar warga dari segala
lapisan atau kelompok memiliki keterkaitan emosional, fungsional dan perilaku ekologis terhadap sungai. Perubahan
paradigma hidup di tepi sungai
sebagai anugerah menjadi perlu dan penting diperjuangkan,
sebab fenomena tinggal di kawasan
tepi sungai merupakan cara hidup yang bermartabat pula.
Mindset masyarakat harus selalu dibangun positif tentang hidup di tepian sungai. Oleh karenanya, pola kelompok mata kegiatan pada Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal dirancang terdiri atas 2 kelompok besar, yaitu:
(1) kelompok yang melibatkan para orang tua , Intstruktur dan lembaga lokal, dan (2) kelompok yang melibatkan anak-anak dan remaja. Artinya tim pembuatan kurikulum sadar bahwa peran semua lapisan warga masyarakat Kawasan Sungai Mudal sangat penting dan strategis. Anak-anak, remaja dan para orang dewasa serta orang tua memiliki tempat dan peran masing-masing yang sangat penting. Hasil diskusi tim pengembangan lingkungan Sungai Mudal disajikan pada tabel di berikut ini:
tabel 1. Kelompok Mata Kegiatan Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal
Remaja dan anak-anak direncanakan ditugasi untuk mengelola
kegiatan tentang
Pengetahuan Sungai
dilandasi maksud bahwa pengetahuan tentang sungai Mudal harus dikembangkan di kalangan
anak-anak dan remaja di lingkungan Sungai Mudal. Pengetahuan menjadi dasar mengenal mendalam dan menunjukkan relasi kognitif anak-anak dan remaja
dengan sungai Mudal sebagai
bagian penting dalam kehidupan mereka. Mereka harus mengenali berbagai hal tentang sungai
Mudal, pada aspek ekologi, flora dan fauna, serta kondisi fisik yang ada di dalamnya. Pengetahuan
tentang ekosistem
sungai Mudal akan membangun
relasi erat manusia dan sungai,
sehingga terbangun ikatan
emosional warga dengan sungai dan akhirnya akan
berperilaku positif terhadap sungai.
Pengetahuan mereka
diperoleh melalui
pengalaman empiris, diterima melalui proses bergaul sendiri
dengan Sungai Mudal maupun mendapat pengetahuan dari para orang tua mereka. Mereka mendapat pengetahuan
tentang masa
lalu Sungai Mudal dari generasi pendahulu dan mendapat pengetahuan terkini lewat pengalaman empiris jelajah sungai yang mereka lakukan. Semua
pengetahuan tersebut disimpan
dalam memori dan disimpan dalam file elektronik yang siap dibagikan kepada para
tamu yang datang.
tabel
2. Rencana Mata Kegiatan Kelompok Pengetahuan
Sungai pada Sekolah Sungai di Ekowisata Sungai Mudal
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


Halo kak, apakah kegiatan ini masih terlaksana hingga saat ini?
BalasHapus