AirAsia Familiarization Trip (Famtrip) di Ekowisata Sungai Mudal

Gambar
Pada Hari Selasa, 31 Maret 2026  Petugas dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo mengantar Tim dari AirAsia Famtrip ke Ekowisata Sungai Mudal yang pesertanya dari Thailand  kegiatan AirAsia Famtrip  dimulai dari kunjungan ke Desa Wisata Sidorejo, Lendah dengan kegiatan melihat pengolahan jamu tradisional, dilanjutkan berkunjung ke komunitas umat Buddha di Wihara Giriloka, Gunungkelir, Jatimulyo, mengingat bahwa di Gunungkelir sebagian penduduk beragama Buddha dan  mayoritas penduduk Thailand juga beragama Buddha dan setelah dari Wihara Giriloka dilanjut ke destinasi Ekowisata Sungai Mudal selama lebih kurang 1 jam. Seperti kita ketahui tujuan utama AirAsia  familiarization trip  (famtrip) di Indonesia adalah untuk mempromosikan destinasi wisata tanah air kepada agen perjalanan,  tour operator  (TA/TO), dan  influencer  internasional guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari pasar ASEAN, Asia Selatan, dan ...

SUASANA LIBURAN AKHIR PEKAN 14-15 FEBRUARI, LIBUR CUTI BERSAMA 16-17 FEBRUARI 2026 DAN PERSIAPAN KEGIATAN PADUSAN MENYAMBUT PUASA RAMADHAN

 

Suasana liburan akhir pekan, Sabtu, 14-02-2026 dan Minggu, 15-02-2026, kunjungan wisatawan di hari Sabtu dan Minggu  ramai, parkir kendaraan roda dua dan mobil gerbang-1 dan gerbang-2 semua penuh, Ketika parkir penuh  sebagian kecil diarahkan ke destinasi wisata terdekat. Dan kebanyakan kunjungan wisatawan sebagian berasal dari luar daerah. Kunjungan dari luar daerah antara lain dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pelanggan setia Ekowisata Sungai Mudal adalah wisatawan dari Papua yang tinggal di Yogyakarta. Wisatawan dari DIY kebanyakan dari Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta.

Pengelola destinasi wisata selalu berupaya melayani pengunjung dengan sepenuh hati dengan harapan  wisatawan yang berkunjung akan mempunyai kenangan yang tersendiri  setelah berkunjung di Ekowisata Sungai Mudal. Dengan harapan wisatawan yang bisa terlayani dengan baik akan memberitakan kepada family dan teman-temannya tentang Ekowisata Sungai Mudal. Sebagai gambaran / impian dari pengelola kenangan dari wisatawan antara lain : Ekowisata Sungai Mudal adalah sebuah destinasi wisata yang dengan pengelolaan atraksi / spot wisata dengan penampakan/ suasana yang sangat-sangat sederhana, tetapi dengan kesederhanaan tersebut wisatawan disambut oleh pengelola dengan Senyum, Salam dan Sapa (Sapta Pesona) dan juga ditunjang dengan suasana area bantaran sungai kecil yang bersih dengan air yang jernih yang akan membuat suasana menjadi aman, nyaman dan menyejukkan suasana. Dan pengelola Ekowisata Sungai Mudal selalu perhatian dengan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengunjung dengan selalu menghimbau dan mengingatkan agar selalu mentaati tata tertib berwisata, misal setiap wisatawan yang akan pulang petugas parkir selalu berpesan agar kendaraan diperhatikan dulu kondisi mesin dan rem agar perjalanan sampai rumah akan lancar, aman dan nyaman. Dan apabila ada permasalahan terhadap kendaraan petugas parkir selalu siap membantu demi kelancaran perjalanan wisatawan. 

Wisatawan yang berkunjung di Ekowisata Sungai Mudal dalam dua hari ini, berdasarkan tiket masuk yang terjual Sabtu, 14 Februari 2026 sebanyak  654 orang  dan Minggu, 15 Februari 2026 sebanyak 994 orang, 16 -17 Februari 2026 bertepatan dengan libur cuti bersama, Tanggal 16 Februari 2026 sebanyak 844 orang dan 17 Februari 2026 (Imlek)  sebanyak 2.203 orang, dan Rabu, 18 Februari 2026 secara kebetulan siang hari sampai sore hujan namun kunjungan wisatawan masih sebanyak 500 orang.
Pengelola Ekowisata Sungai Mudal  juga mepersiapkan kegiatan padusan bagi umat moslem pada hari Selasa, 17 Februari 2026 dan Rabu, 18 Februari 2026.

Sebagai gambaran, Padusan adalah  tradisi masyarakat Jawa berupa ritual mandi dan berendam di sumber mata air, sungai, atau kolam pemandian, yang dilakukan sehari sebelum bulan suci Ramadhan. Padusan berasal dari kata "adus" (mandi), yang tradisi ini bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin, simbol penyucian jiwa dan raga menyambut puasa dalam kondisi suci.

Berikut adalah detail mengenai tradisi Padusan:

  • Makna Spiritual : Padusan bukan sekedar mandi, tetapi momen introspeksi diri atas kesalahan masa lalu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sering kali diiringi doa agar ibadah puasa lebih khusuk.
  • Lokasi Pelaksanaan : Umumnya dilakukan di sumber air alami (umbul), sungai yang dianggap sakral atau memiliki air bersih.
  • Konteks Budaya :  Tradisi ini berakar kuat di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta (Mataraman) dan diwariskan turun-temurun, bahkan sejak zaman Wali Songo.
  • Pergeseran Nilai : Dahulu dilakukan secara mandiri/ hening, kini padusan sering dilakukan beramai-ramai dan menjadi agenda pariwisata daerah, meskipun tetap mempertahankan esensi penyucian diri.

Meskipun secara keagamaan tidak diwajibkan, padusan tetap dilestarikan sebagai warisan budaya dan persiapan mental-fisik menjelang Ramadhan.

Kegiatan persiapan kegiatan Padusan di Ekowisata Sungai Mudal dimotori oleh Pokja Teknik yang telah dimulai Minggu, 15 Februari 2026 dengan pemasanag lampu di sepanjang bantaran sungai/ area kolam pemandian alami/ kolam anak-anak, hal tersebut dilaksanakan karena diperkirakan seperti tahun kemarin bahwa kegiatan Padusan terlaksana sampai menjelang Maghrib, sehingga suasana bantaran sungai harus  ditunjang dengan nyala lampu yang lebih terang, dan perjalanan menuju area parkir akan lebih aman dan nyaman. Kegiatan  Padusan menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini terlaksana dua hari karena ada perbedaan hari pertama ibadah puasa Ramadhan antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Hal tersebut berdampak positif pada pengelolaan destinasi wisata, karena kunjungan wisatawan pada dua hari tersebut akan banyak baik untuk umat Moslem maupun Non Moslem. 

Semoga suasana Padusan pada hari Selasa dan Rabu, 17-18 Februari 2026 menjadi barokah bagi pengelola destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal. Aamiin, Aamiin, Aamiin YRA. 


 
Suasana liburan akhir pekan, 14-15 Februari 2026

Suasana Liburan, 16 Februari 2026

Suasana Libur Imlek, 17 Februari 2026


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BANTUAN BIBIT TANAMAN PANGAN SECARA SPONTANITAS KEPADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ESM

MATA AIR MUDAL

SUASANA SABTU PAGI 21 MEI 2022 DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL