PENGAMBILAN AIR BERKAH/ AIR PARITTA DI MATA AIR MUDAL

Gambar
  Pada hari, Kamis, 30 April 2026, dilaksanakan pengambilan Air Paritta di mata air Mudal, oleh Umat Buddha di Kalurahan Jatimulyo. Pengambilan air suci atau Air Berkah / Air Paritta adalah salah satu rangkaian penting perayaan Waisak, terutama tradisi Waisak bagi umat Buddha di Kalurahan Jatimulyo dan sekitarnya.   Makna & Tujuan Utama Tujuan Penjelasan 1.       Simbul Penyucian Air melambangkan pembersihan batin dari kotoran lobha, dosa, moha = keserakahan, kebencian, kebodohan batin. Dengan memercikkan air, umat diingatkan untuk selalu mawas diri & menjaga pikiran, ucapan, perbuatan. 2.       Mengenang Kelahiran Bodhisattva Siddarta Menurut kitab, saat Pangeran Siddharta lahir di Taman Lumbini, para dewa menyirami-Nya dengan air suci. Ritual ini jadi napak tilas peristiwa suci kelahiran Sang Buddha. 3.     ...

PEMBANGUNAN GAPURA PINTU MASUK

PEMBANGUNAN GAPURA PINTU MASUK


Gapura adalah suatu stuktur yang merupakan pintu masuk atau gerbang ke suatu kawasan. Gapura juga sering diartikan sebagai pintu gerbang. Dalam bidang arsitektur gapura sering disebut dengan entrance, namun entrance itu sendiri tidak bisa diartikan sebagai gapura. Simbol yang dimaksud disini bisa juga diartikan sebuah ikon di suatu wilayah atau area. Secara hirarki sebuah gapura bisa disebut sebagai ikon karena gapura itu sendiri lebih sering menjadi komponen pertama yang dilihat ketika kita memasuki suatu wilayah.

Gapura sebagai penanda dapat dilihat dari tulisan pada gapura (gerbang), misalnya SELAMAT DATANG  yang memiliki makna bahwa hal tersebut merupakan penyambutan bagi kita yang melintasi atau memasuki kawasan tersebut.
 Mengingat sangat pentingnya keberadaan Gapura Selamat Datang dimaksud pada Tahun 2017 ini telah terbangun gapura Selamat Datang melalui Swadaya Masyarakat dengan bentuk sederhana model Mojopahitan, yang mana di gapura tersebut terdapat beberapa simbul antara lain : Relung daun dengan maksud agar Ekowisata Mudal dapat sebagai pelopor Pelestarian Lingkungan di sekitarnya, dan simbul Gelung bermakna bahwa Ekowisata Sungai Mudal senantiasa selalu dapat bersolek dan berbenah diri mengikuti perkembangan pariwisata pada saat ini.



Dengan harapan setelah terbangunnya Gapura Selamat Datang ini para pengunjung Ekowisata Sungai Mudal dari arah jalan provinsi dengan mudah melihat penanda berupa gapura Selamat Datang. Untuk program Tahun 2018 direncanakan akan dibangun Gapura Selamat Datang di pintu masuk sebelah atas (dari arah pasar Cublak dan Purworejo)

Komentar

  1. Jalan masuk ke lokasi wisata keliharannya kurang lebar

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar Anda mengenai artikel / postingan di atas

Postingan populer dari blog ini

BANTUAN BIBIT TANAMAN PANGAN SECARA SPONTANITAS KEPADA MASYARAKAT DI LINGKUNGAN ESM

MATA AIR MUDAL

SUASANA SABTU PAGI 21 MEI 2022 DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL